PLN NTB Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, 51 Charger SPKLU Tersebar di 36 Lokasi

  • 24 Jun 2026 12:31 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • PLN UIW NTB mengoperasikan 36 lokasi SPKLU dengan 51 mesin pengisian daya per 31 Mei 2026
  • Sebaran SPKLU mencakup Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa untuk mendukung mobilitas kendaraan listrik di NT
  • Di Pulau Lombok terdapat 27 lokasi SPKLU dengan 37 unit charger dan total kapasitas 998 kW
  • PLN menyediakan empat tipe SPKLU, yaitu standar, medium, fast charging, dan ultra fast charging sesuai kebutuhan pengguna
  • General Manager PLN UIW NTB, Seri Henny Purwanti, menegaskan komitmen PLN dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan mendukung transisi energi bersih di NTB

RRI.CO.ID, Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) terus memperkuat infrastruktur kendaraan listrik di Pulau Lombok melalui penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang semakin luas dan mudah diakses masyarakat.

General Manager PLN UIW NTB, Seri Henny Purwanti, mengatakan hingga akhir Mei 2026, jaringan SPKLU PLN telah tersebar di berbagai wilayah strategis di Provinsi Nusa Tenggara Barat, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.

Menurutnya, pengembangan SPKLU dilakukan sebagai bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik di daerah.

“PLN terus menghadirkan infrastruktur pengisian daya yang andal dan mudah dijangkau masyarakat. Hingga saat ini, lokasi SPKLU telah tersebar di berbagai titik strategis sehingga dapat mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik di NTB,” ujar Seri Henny Purwanti, Selasa 23 Juni 2026.

Berdasarkan data PLN UIW NTB per 31 Mei 2026, terdapat 36 lokasi SPKLU yang beroperasi dengan total 51 mesin pengisian daya. Jumlah mesin yang lebih banyak dibandingkan lokasi menunjukkan bahwa pada beberapa titik tersedia lebih dari satu unit mesin pengisian untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna kendaraan listrik yang terus meningkat.

Sebaran SPKLU tersebut mencakup wilayah kerja PLN di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Untuk Pulau Sumbawa, layanan PLN terbagi dalam wilayah Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima dan UP3 Sumbawa. Wilayah kerja UP3 Bima meliputi bagian timur Pulau Sumbawa, sedangkan UP3 Sumbawa melayani wilayah bagian barat pulau tersebut.

Sementara itu, di Pulau Lombok, pelayanan PLN terbagi dalam dua wilayah kerja, yakni UP3 Mataram dan UP3 Selaparang. Pembagian wilayah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kelistrikan, termasuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik, dapat berjalan lebih optimal.

PLN juga menyediakan berbagai tipe SPKLU yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Secara umum, SPKLU dibagi menjadi empat kategori, yaitu standar dengan daya hingga 7 kilowatt (kW), medium dengan daya 7 hingga 22 kW, fast charging dengan daya 22 hingga 50 kW, serta ultra fast charging dengan daya di atas 50 kW.

“Semakin besar kapasitas daya yang dimiliki SPKLU, maka semakin cepat pula proses pengisian daya kendaraan listrik. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna sesuai kebutuhan perjalanan mereka,” jelas Seri Henny.

Khusus di Pulau Lombok, PLN saat ini telah mengoperasikan 27 lokasi SPKLU yang tersebar mulai dari kawasan Kota Mataram hingga wilayah penyangga destinasi wisata dan kawasan pegunungan. Dari 27 lokasi tersebut tersedia 37 unit charger dengan total kapasitas mencapai 998 kW.

Keberadaan SPKLU yang semakin merata diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik sekaligus mendukung target pemerintah dalam pengurangan emisi karbon.

PLN UIW NTB menegaskan akan terus mengembangkan infrastruktur pendukung kendaraan listrik seiring pertumbuhan jumlah pengguna kendaraan berbasis baterai di wilayah Nusa Tenggara Barat.

“PLN siap mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang andal, mudah diakses, dan tersebar hingga berbagai wilayah di NTB,” tutup Seri Henny Purwanti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....