Menjelajah Jantung Meru Betiri dalam Exploration Camp Competition 2026
- 24 Jun 2026 12:36 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) akan menjadi saksi sebuah petualangan akbar yang memadukan semangat konservasi dan kompetisi kreatif. Melalui kegiatan Exploration Camp Competition (ECC) 2026, Balai Taman Nasional Meru Betiri mengajak generasi muda untuk terjun langsung ke jantung ekosistem hutan hujan dataran rendah paling komplit di Jawa Timur.
Misi Konservasi dalam Balutan Petualangan
ECC 2026 bukanlah sekadar kegiatan jungle run atau lintas alam biasa. Kegiatan ini dirancang untuk menggugah kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga alam sebagai titipan masa depan.
Afian Eko Firnandus, Pengendali Ekosistem Hutan TNMB, menegaskan bahwa peran generasi muda sangat vital. "Hutan itu bukan warisan, tapi titipan untuk anak cucu kita nantinya. Melalui kegiatan ini, kami ingin anak muda paham bahwa keindahan alam tidak hanya ada di layar HP mereka, tetapi ada di luar sana yang harus dijaga," ujarnya dalam siaran Jaga Malam di Pro 2 RRI Jember pada Senin, 22 Juni 2026.
Bersama Yudha Kuncara, Polisi Kehutanan TNMB, mereka menjelaskan bahwa tantangan di hutan saat ini nyata, mulai dari menjaga benteng terakhir NKRI hingga melindungi satwa kunci seperti macan tutul, banteng, dan burung rangkong.
Tiga Pilar Utama ECC 2026
Kompetisi ini menuntut kesiapan fisik dan mental yang matang karena peserta akan menempuh jalur legendaris dari Bande Alit hingga Sukamade selama lima hari (1–5 Agustus 2026). Kegiatan ini terbagi dalam tiga pilar utama:
Eksplorasi Ekosistem: Mengenal keindahan flora dan fauna secara langsung.
Observasi: Pendataan jenis flora dan fauna sebagai data penting bagi pengelolaan taman nasional.
Adventure: Mengasah survival skill dan kepemimpinan dalam tim.
"Kami ajarkan bahwa satu tim itu satu tubuh. Kalau alam rusak, semuanya akan ikut rusak. Itulah jiwa konservasi yang kami bentuk," tambah Yudha Kuncara.
Dari Lensa ke Kampanye Konservasi
Salah satu hal yang membuat ECC 2026 berbeda adalah integrasi kompetisi fotografi dan vlog. Peserta diajak menangkap momen langka, mulai dari penyu bertelur di Sukamade hingga burung julang yang ikonik dalam tiga kategori: Fotografi Satwa, Flora, dan Panorama.
Hasil karya peserta tidak akan berakhir di memori kamera saja. Pihak TNMB berkomitmen untuk mengapresiasi karya tersebut sebagai media kampanye edukasi nasional. "Kami mengundang fotografer wildlife profesional, Anya Cahyara, untuk sharing session. Ini peluang bagi peserta untuk belajar bagaimana menghasilkan karya yang bernilai ekonomi sekaligus data konservasi," ungkap Afian.
Informasi Pendaftaran dan Aturan Ketat
Demi menjaga kelestarian kawasan (carrying capacity), kuota dibatasi hanya untuk 50 tim. Setiap tim terdiri dari 4 orang dengan biaya pendaftaran Rp1.500.000 per tim.
Detail Penting bagi Calon Peserta:
Batas Pendaftaran: 5 Juli 2026 (atau ditutup lebih awal jika kuota penuh).
Syarat: Usia minimal 18 tahun dan memiliki pengalaman jungle trekking (dibuktikan dengan portofolio).
Platform Pendaftaran: www.ecctnmb.com.
Hubungi Admin: Jika memiliki pertanyaan terkait peralatan wajib atau teknis lomba, silakan hubungi WhatsApp di 0851-9661-5036.
Menutup dialog, Yudha memberikan pesan kuat kepada calon peserta: "Ingat, di kawasan Taman Nasional, semua dilarang diambil. Bahkan kayu bakar pun kami larang karena menjaga rantai makanan adalah harga mati agar macan tidak turun ke perkampungan warga. Kami tunggu tim terbaik Anda di jalur penjelajahan Bandealit – Sukamade!"
Bagi Anda yang berjiwa petualang, inilah saatnya mencetak sejarah. Siapkan fisik, mental, dan bidikan kamera terbaik Anda untuk menjaga kelestarian "Rumah Keanekaragaman Hayati" kita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....