NTB Gandeng BRIN Gunakan Teknologi Nuklir Atasi Krisis Air di Lombok dan Sumbawa

  • 24 Jun 2026 08:06 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memetakan potensi sumber air bawah tanah.
  • Menurut Iqbal, persoalan air di wilayah selatan NTB bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan persoalan menemukan sumber air yang tepat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Krisis air bersih yang puluhan tahun membayangi wilayah selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa mulai dicarikan solusi berbasis teknologi. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memetakan potensi sumber air bawah tanah, termasuk membuka peluang penggunaan teknologi nuklir untuk melacak aliran air yang selama ini tersembunyi.

Rencana itu muncul dalam pertemuan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dengan Kepala BRIN Arif Satria di Jakarta. Dalam audiensi tersebut, Iqbal meminta BRIN melakukan riset komprehensif untuk menemukan cadangan air yang bisa dimanfaatkan masyarakat, terutama di kawasan pesisir selatan yang selama ini kerap mengalami kekeringan.

Menurut Iqbal, persoalan air di wilayah selatan NTB bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan persoalan menemukan sumber air yang tepat. Karena itu, pendekatan berbasis riset dan teknologi diperlukan agar pencarian sumber air tidak dilakukan secara konvensional.

Ia kemudian mengungkap pengalaman saat menjalankan tugas internasional pada 2011 ketika mengenal pemanfaatan teknologi nuklir untuk kepentingan kemanusiaan.

“Pada tahun 2011 ketika saya menjadi wakil gubernur (perwakilan) pada Badan Tenaga Atom Internasional, saya menyampaikan kepada dunia internasional tentang keberhasilan BATAN melakukan pemetaan aliran sungai bawah tanah dengan memanfaatkan teknologi nuklir,” kata Iqbal, Selasa 23 Juni 2026.

Teknologi tersebut, kata dia, pernah digunakan untuk mengetahui pola aliran air bawah tanah sehingga dapat membantu menentukan lokasi sumber air potensial. Pengalaman itu mendorong Iqbal meminta dukungan BRIN agar teknologi serupa dapat dikaji untuk diterapkan di NTB.

“Hal itu menginspirasi saya mengajak BRIN membantu mencari solusi bagi masyarakat yang sudah puluhan tahun mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih, khususnya di wilayah pesisir selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa,” ujarnya.

Kepala BRIN Arif Satria menyambut positif gagasan tersebut. Ia menilai pendekatan yang ditawarkan Pemprov NTB menunjukkan pentingnya peran ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan persoalan daerah.

“Ini enaknya kalau punya Gubernur yang visioner,” ujar Arif.

BRIN pun memastikan akan menindaklanjuti usulan tersebut. Tahapan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 untuk membahas teknis riset dan kemungkinan implementasi teknologi yang dibutuhkan.

Selain persoalan air, pertemuan tersebut juga membahas pengembangan sektor kelautan NTB. Gubernur Iqbal meminta dukungan riset BRIN untuk mengembangkan budidaya ikan karang bernilai ekonomi tinggi.

NTB melihat potensi perikanan sebagai salah satu sektor strategis untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Dengan dukungan riset, ikan karang asal NTB diharapkan mampu menembus pasar ekspor dan menciptakan sumber ekonomi baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....