Pintu yang Sempit menuju Kehidupan, Umat Diajak Hidupi Nilai Injil

  • 24 Jun 2026 15:05 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Grasiana Mbu, S.Ag, mengajak umat Katolik untuk senantiasa memilih jalan hidup yang sesuai dengan ajaran Kristus meskipun tidak selalu mudah dijalani.
  • Ia menambahkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, banyak pilihan yang dihadapi umat, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.
  • Umat perlu memiliki kebijaksanaan dan keteguhan iman agar tidak mudah terpengaruh oleh nilai-nilai yang menjauhkan dari kehendak Allah.

RRI.CO.ID, Ende – Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende, Grasiana Mbu, mengajak umat Katolik untuk tetap memilih jalan hidup yang sesuai dengan ajaran Kristus meskipun penuh tantangan dan pengorbanan. Ajakan tersebut disampaikannya dalam Program Mimbar Agama Katolik yang disiarkan RRI Ende pada Selasa pagi, 23 Juni 2026, dengan tema “Pintu yang Sempit Menuju Kehidupan.”

Grasiana menjelaskan tema tersebut berangkat dari ajaran Yesus yang mengingatkan umat agar masuk melalui pintu yang sempit, karena pintu yang lebar dan jalan yang luas dapat membawa manusia kepada kebinasaan. Sebaliknya, pintu yang sempit menjadi simbol jalan menuju kehidupan yang sejati.

Menurutnya, pintu yang sempit melambangkan pilihan untuk hidup dalam kebenaran, kejujuran, kasih, pengorbanan, dan kesetiaan kepada kehendak Allah. Jalan tersebut tidak selalu mudah karena menuntut kedisiplinan, pengendalian diri, serta keberanian untuk menolak berbagai godaan yang bertentangan dengan nilai-nilai Injil.

“Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk berani memilih jalan yang benar meskipun penuh tantangan. Pintu yang sempit mengajarkan kita untuk tetap setia pada ajaran Tuhan, mengutamakan kasih, dan hidup dalam semangat pelayanan kepada sesama,” kata Grasiana.

Ia menambahkan, dalam kehidupan sehari-hari umat sering dihadapkan pada berbagai pilihan, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan bermasyarakat. Karena itu, diperlukan kebijaksanaan dan keteguhan iman agar tidak mudah terpengaruh oleh nilai-nilai yang menjauhkan manusia dari kehendak Allah.

Menurut Grasiana, salah satu cara memperkuat keteguhan iman adalah melalui kehidupan doa yang teratur, membaca dan merenungkan Kitab Suci, serta aktif terlibat dalam kehidupan menggereja. Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk membantu umat tetap berjalan di jalan yang mengarah pada keselamatan.

Ia berharap tema yang diangkat dalam Mimbar Agama Katolik kali ini dapat menjadi refleksi bagi umat untuk semakin membangun relasi yang dekat dengan Tuhan serta menghidupi nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.

Program Mimbar Agama Katolik di RRI Ende menjadi salah satu sarana pembinaan rohani yang menghadirkan refleksi iman dan pendalaman ajaran Gereja yang relevan dengan dinamika kehidupan umat saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....