Ignas Boli: Pertanian Harus Jadi Sumber Pendapatan Berkelanjutan
- 24 Jun 2026 15:37 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli, mendorong petani di daerahnya mulai beralih ke pola pertanian modern yang berorientasi pasar. Menurutnya, perubahan pola pikir petani menjadi langkah penting agar sektor pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dorongan itu disampaikan Ignasius Boli saat menerima 89 peserta program Good Agricultural Practices (GAP) yang baru menyelesaikan magang pertanian di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Senin 22 Juni 2026. Program magang tersebut berlangsung selama dua pekan, mulai 8 hingga 21 Juni 2026.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik di empat desa dampingan pertanian di TTS. Materi yang dipelajari meliputi desain lahan, penggunaan pupuk organik, benih unggul, pengendalian hama, hingga pembangunan kemitraan usaha pertanian.
Selain teknik budidaya, peserta juga mempelajari penyusunan kalender tanam berbasis analisis pasar. Pola tersebut dinilai penting agar petani dapat menentukan waktu tanam yang tepat sehingga panen berlangsung saat harga komoditas berada pada tingkat tinggi.
Menurut Ignasius Boli, petani saat ini tidak cukup hanya menanam untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pertanian harus mampu menjadi sumber pendapatan yang stabil dan memiliki nilai ekonomi lebih besar bagi keluarga petani.
“Ukuran keberhasilan program ini bukan pada pujian atau cerita setelah pulang dari Soe, melainkan pada bukti nyata di lapangan,” ujar Ignasius Boli.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur menargetkan sedikitnya 30 persen peserta mampu menerapkan hasil magang secara nyata di daerah masing-masing. Para peserta diharapkan menjadi contoh sukses pengembangan hortikultura modern di Flores Timur.
Ignas Boli juga menekankan pentingnya “big push” atau percepatan pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Menurutnya, tiga sektor tersebut harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dan mata pencaharian masyarakat.
Dalam kesempatan itu, pemerintah turut mengingatkan petani agar tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah untuk mengembangkan usaha. Petani didorong memanfaatkan akses pembiayaan alternatif seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan layanan perbankan lainnya.
Program magang GAP diharapkan mampu melahirkan generasi petani Flores Timur yang lebih inovatif, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan pasar. Pemerintah daerah optimistis pola pertanian modern dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....