Libur Sekolah, KAI Ingatkan Bahaya Bermain di Rel Kereta Api
- 23 Jun 2026 13:34 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Masa libur sekolah menjadi momen yang dinantikan anak-anak untuk menghabiskan waktu di luar rumah. Namun di balik meningkatnya aktivitas tersebut, terdapat risiko keselamatan yang perlu mendapat perhatian serius, salah satunya kebiasaan bermain di sekitar jalur kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua dan pelajar di Kota Malang dan Kabupaten Malang, agar tidak menjadikan area rel kereta api sebagai tempat bermain maupun beraktivitas selama masa liburan sekolah.
Pelaksana Harian Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Reynold Parulian Napitupulu mengatakan, jalur rel merupakan kawasan terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta api. Aktivitas seperti bermain layang-layang, bersepeda, berjalan kaki, duduk-duduk, hingga berswafoto di sekitar rel dinilai sangat berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa.
“Kami mengajak seluruh orang tua di Kota dan Kabupaten Malang untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama masa liburan sekolah. Jalur kereta api bukan tempat bermain karena sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan,” kata Reynold, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa kereta api memiliki karakteristik berbeda dibanding kendaraan lain. Kereta api melaju dengan kecepatan tinggi dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga tidak dapat berhenti secara mendadak ketika terdapat orang atau benda di jalur rel.
“Kondisi ini menjadikan setiap aktivitas di sekitar rel memiliki risiko tinggi. Terlebih, wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang merupakan daerah yang dilalui perjalanan kereta api jarak jauh maupun lokal dengan frekuensi perjalanan yang cukup padat,” tegasnya.
Selain membahayakan keselamatan diri sendiri, keberadaan masyarakat di sekitar rel juga berpotensi mengganggu operasional perjalanan kereta api. Karena itu, KAI terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi di sekolah, komunitas, dan lingkungan sekitar jalur rel.
Hingga Juni 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah melaksanakan sebanyak 55 kegiatan sosialisasi keselamatan yang menyasar pelajar, pengguna jalan di perlintasan sebidang, serta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar jalur kereta api di wilayah Malang Raya.
“Kami terus berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat perlu memahami bahwa rel kereta api bukan area publik yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas,” katanya.
Selain mengingatkan bahaya bermain di rel, KAI juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan perjalanan kereta api, seperti vandalisme terhadap fasilitas perkeretaapian maupun pelemparan benda ke arah kereta yang sedang melintas.
Reynold menjelaskan, aksi pelemparan batu atau benda lainnya dapat menyebabkan kaca kereta pecah, melukai penumpang maupun petugas, serta mengganggu keselamatan perjalanan kereta api.
“Kami mengajak masyarakat untuk menghentikan segala bentuk tindakan pelemparan terhadap kereta api. Apa yang mungkin dianggap sebagai candaan atau kenakalan sesaat dapat berakibat fatal dan membahayakan banyak orang,” tegasnya.
KAI mencatat, sepanjang tahun 2025 hanya terjadi satu kasus vandalisme terhadap prasarana perkeretaapian di wilayah Kota dan Kabupaten Malang. Sementara hingga Juni 2026, tidak ditemukan kasus vandalisme maupun pelemparan terhadap kereta api di wilayah tersebut.
Capaian tersebut dinilai sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Meski demikian, KAI tetap meningkatkan pengawasan selama masa libur sekolah melalui patroli keamanan, pemeriksaan jalur, serta koordinasi dengan aparat dan masyarakat sekitar rel.
“KAI berharap seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua, dapat berperan aktif mengingatkan anak-anak agar tidak bermain di sekitar rel kereta api. Dengan pengawasan dan kesadaran bersama, risiko kecelakaan dapat dicegah sehingga masa liburan sekolah dapat berlangsung aman dan menyenangkan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....