Kakanwil Kemenhaj Papua Barat Tekankan Disiplin Penjemputan Jemaah Haji

  • 23 Jun 2026 10:58 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Papua Barat, Aziz Hegemur, mengimbau keluarga jemaah haji asal Papua Barat dan Papua Barat Daya agar mematuhi seluruh prosedur penjemputan yang telah ditetapkan di Embarkasi Makassar. Imbauan tersebut disampaikan menjelang kepulangan jemaah ke Tanah Air setelah menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.

Aziz mengatakan antusiasme keluarga untuk menyambut kepulangan jemaah merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan agar proses penjemputan tetap berlangsung tertib dengan mengikuti seluruh aturan yang diberlakukan oleh panitia penyelenggara ibadah haji.

"Kami memahami keluarga sangat rindu bertemu dengan jemaah. Namun seluruh proses di embarkasi harus tetap mengikuti tata tertib yang berlaku," kata Aziz, Jumat 19 Juni 2026.

Ia menjelaskan, keluarga yang akan menjemput diwajibkan menggunakan atribut resmi yang telah disiapkan panitia. Selain itu, akses masuk ke area embarkasi dilakukan secara bergantian sesuai mekanisme yang diatur dan dikoordinasikan oleh petugas agar tidak terjadi penumpukan.

Aziz juga memastikan kondisi jemaah haji asal Papua Barat dan Papua Barat Daya secara umum dalam keadaan sehat. Menurutnya, para jemaah lanjut usia juga dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan baik dan berada dalam kondisi yang stabil saat proses pemulangan.

Dari total 393 jemaah yang tergabung dalam rombongan, terdapat satu jemaah asal Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, yang hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit di Madinah. Pihaknya berharap jemaah tersebut segera pulih sehingga dapat kembali ke Tanah Air dan berkumpul bersama keluarga.

Selain itu, Aziz mengingatkan seluruh jemaah agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan setelah tiba di daerah masing-masing. Ia meminta setiap jemaah menyimpan dan memanfaatkan kartu kuning kesehatan yang diterima selama penyelenggaraan ibadah haji.

Menurut Aziz, kartu kuning tersebut masih berlaku dan dapat digunakan secara gratis sebagai dokumen untuk melakukan pemantauan atau pemeriksaan kesehatan di fasilitas layanan kesehatan setempat. Ia berharap seluruh jemaah tetap menjaga kesehatan setelah kembali ke daerah asal agar proses pemulihan pascaibadah haji berjalan dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....