PPIH Embarkasi Makassar Siapkan Skema Pemulangan Jemaah Haji Papua Bar

  • 23 Jun 2026 10:56 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Embarkasi Makassar memastikan seluruh proses pemulangan jemaah haji asal Papua Barat dan Papua Barat Daya berjalan lancar, tertib, dan sesuai jadwal. Hal ini disampaikan Ketua PPIH Embarkasi Makassar sekaligus Kepala Kanwil Kemenhaj Sulawesi Selatan, Haji Iqbal Ismail, S.Ag., M.M., M.A., saat menyerahkan kloter UPG 25 kepada Kepala Kanwil Kemenhaj Papua Barat.

Iqbal menjelaskan, kepulangan jemaah haji dari dua provinsi tersebut akan berlangsung secara bertahap melalui sejumlah kloter. Salah satunya adalah Kloter 25 yang dijadwalkan berangkat dari Madinah pada pukul 07.15 waktu Arab Saudi dan tiba di Embarkasi Makassar sekitar pukul 02.30 WITA dini hari.

Selain Kloter 25, Kloter 26 yang merupakan kloter gabungan juga dijadwalkan tiba di Makassar pada pukul 08.00 pagi waktu setempat. Secara keseluruhan, total jemaah dan petugas haji yang kembali mencapai 392 orang, dengan rincian 160 laki-laki dan 236 perempuan.

"Terdapat dua jemaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi, masing-masing satu orang di Madinah dan satu orang di Makkah. Saya berharap keduanya segera pulih agar dapat kembali ke tanah air bersama rombongan," ujarnya pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Setibanya di Embarkasi Makassar, para jemaah akan disambut oleh panitia, pemerintah daerah, serta perwakilan dari Papua Barat dan Papua Barat Daya. Penjemputan juga akan dilakukan secara resmi di area kedatangan, termasuk prosesi penyambutan oleh kepala kanwil dengan pengalungan bunga sebagai bentuk penghormatan.

Iqbal menegaskan, setelah tiba di Makassar, jemaah akan menjalani istirahat selama satu hari sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing sesuai jadwal pemulangan yang telah ditetapkan.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan bagasi yang telah ditentukan maskapai. Menurutnya, jemaah hanya diperbolehkan membawa bagasi sesuai ketentuan, sehingga kelebihan barang akan dikirim melalui kargo yang telah dikoordinasikan oleh panitia.

Untuk air zamzam, pihak kanwil akan menanggung proses pengiriman hingga ke daerah tujuan jemaah. Sementara itu, pengelolaan koper dan kelebihan bagasi menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan distribusi air zamzam telah dimulai di Embarkasi Makassar melalui pengambilan terjadwal oleh panitia daerah di Aula Muzdalifah, guna menghindari penumpukan saat kedatangan jemaah.

Ia mengimbau keluarga jemaah agar mematuhi seluruh prosedur penjemputan di Embarkasi Makassar. Mulai dari penggunaan atribut resmi, sistem penjemputan bergiliran, hingga menunggu hasil pemeriksaan kesehatan sebelum bertemu langsung dengan jemaah.

Iqbal menegaskan, kedisiplinan keluarga sangat penting untuk menjaga kelancaran proses pemulangan. Ia juga memahami tingginya antusiasme keluarga, namun tetap meminta semua pihak bersabar mengikuti prosedur yang telah ditetapkan demi ketertiban bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....