Pembangunan Ketahanan Bencana Fondasi Pembangunan Daerah
- 23 Jun 2026 07:26 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa pembangunan ketahanan bencana merupakan fondasi penting dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Terpadu Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) Provinsi NTT Tahun 2026
Gubernur Melki mengungkapkan di balik berbagai potensi dan keunggulan yang dimiliki NTT, provinsi kepulauan tersebut masih menghadapi tingkat kerentanan bencana yang cukup tinggi.
“NTT adalah provinsi kepulauan yang diberkahi keindahan alam, kekayaan budaya, dan kekuatan masyarakat yang luar biasa. Namun, pada saat yang sama, kita juga menyadari bahwa NTT merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Kita menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai dari kekeringan, banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, gempa bumi hingga tsunami,” ujar Gubernur Melki.
Menurutnya, ancaman bencana bukanlah sesuatu yang jauh dari kehidupan masyarakat NTT. Berbagai dampak yang ditimbulkan, seperti kekurangan air bersih, gagal panen akibat kekeringan, terganggunya aktivitas nelayan karena cuaca ekstrem, hingga kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor, menjadi tantangan nyata yang dihadapi masyarakat setiap hari.
“Bagi masyarakat NTT, bencana bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Kekurangan air bersih, gagal panen akibat kekeringan, terganggunya aktivitas nelayan karena cuaca ekstrem, serta rusaknya infrastruktur akibat banjir dan longsor adalah persoalan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Karena itu, Gubernur Melki menekankan pentingnya membangun ketangguhan bencana melalui kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau pemerintah semata, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Karena itu, membangun ketangguhan bencana sesungguhnya adalah membangun ketahanan pangan, ketahanan air, ketahanan ekonomi keluarga, dan masa depan masyarakat NTT. Hal ini tidak boleh hanya menjadi urusan BPBD atau pemerintah semata, namun harus dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang telah menginisiasi Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA). Menurutnya, program tersebut sangat strategis karena kecamatan merupakan unit pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.
“Gerakan ini sangat penting karena kecamatan merupakan simpul pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Kecamatan berada pada posisi strategis untuk menggerakkan desa dan kelurahan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan kesiapsiagaan masyarakat dibangun sejak sebelum bencana terjadi,” katanya.
Ia menjelaskan pemerintah bersama Program SIAP SIAGA telah melaksanakan uji coba Gerakan KENCANA sejak Agustus 2025 di 10 kecamatan percontohan yang berada di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Program tersebut kemudian diperluas ke tiga kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat sejak April 2026.
“Hari ini, kita patut bersyukur karena komitmen tersebut telah menunjukkan hasil yang baik. Sepuluh kecamatan percontohan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang telah berhasil mencapai Status KENCANA Pratama,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....