Pelita Bunda Raya Festival Latih Jiwa Wirausaha Anak sejak Dini

  • 20 Jun 2026 12:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pelita Bunda Education Centre Samarinda kembali menggelar kegiatan tahunan Market Day melalui Pelita Bunda Raya Festival bertema "Semarak Bazar Generasi Muda", pada Sabtu 20 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi peserta didik melalui praktik jual beli secara langsung.

Festival tersebut menghadirkan beragam stand kuliner, permainan, hingga pertunjukan musik yang seluruhnya dikelola oleh peserta didik. Selain itu, panitia juga menerapkan sistem transaksi edukatif menggunakan koin festival sebagai alat tukar untuk mengenalkan konsep keuangan kepada anak-anak.

Penanggung Jawab Pelita Bunda, Farah Flamboyant, mengatakan kegiatan ini telah menjadi agenda rutin yang bertujuan melatih kemampuan interaksi sosial peserta didik. Menurutnya, market day bukan hanya tentang berjualan, tetapi juga membangun keberanian anak untuk berkomunikasi dengan lingkungan yang lebih luas.

"Tujuannya supaya anak-anak belajar berinteraksi. Medianya adalah alat tukar transaksional sehingga mereka belajar bahwa ketika membeli sesuatu ada proses dan nilai tukar yang harus dipahami," kata Farah.

Farah menjelaskan pembelajaran kewirausahaan diberikan dalam bentuk yang sederhana namun mudah dipahami anak. Melalui pengalaman langsung, peserta didik dapat mengenal proses melayani pembeli, mengelola barang dagangan, hingga memahami transaksi keuangan dasar.

Sebanyak 15 stand disiapkan dalam kegiatan tersebut dengan melibatkan sekitar 80 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan dan layanan terapi. Mereka berasal dari program stimulus individual, SD, SMP, hingga SMA yang berada di bawah naungan Pelita Bunda.

Berbagai stand makanan dan minuman di Pelita Bunda Raya Festival. (foto: RRI/zul)

Farah menilai pengalaman praktik seperti ini menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk menghadapi kehidupan sehari-hari. "Kegiatan ini sekaligus menunjukkan proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang melibatkan masyarakat," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....