Budidaya Edamame Lapas Lombok Barat Tunjukkan Hasil Membanggakan

  • 15 Jun 2026 17:34 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat kembali menunjukkan hasil nyata. Budidaya edamame yang dikelola warga binaan sukses dipanen dan menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas mampu melahirkan keterampilan produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Panen edamame yang berlangsung pada Senin 15 Juni 2026 itu mendapat perhatian khusus dengan kehadiran Inspektur Wilayah I Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Anak Agung Gde Krisna, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Barat, Ketut Akbar Herry Achjar.

Kegiatan panen dilaksanakan di lahan produktif seluas 0,9 hektare yang selama ini dikelola oleh warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian berbasis pertanian. Program tersebut tidak hanya bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia.

Dalam kesempatan tersebut, Anak Agung Gde Krisna memberikan apresiasi atas komitmen Lapas Lombok Barat yang terus menghadirkan program pembinaan yang berdampak langsung bagi masa depan warga binaan.

"Pembinaan yang baik harus mampu memberikan bekal nyata kepada warga binaan. Kegiatan budidaya seperti ini menjadi sarana untuk membangun keterampilan, etos kerja, dan kesiapan mereka agar dapat kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan panen edamame menjadi gambaran bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTB, Ketut Akbar Herry Achjar, menilai komoditas edamame memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan dan layak dikembangkan secara berkelanjutan.

"Dengan optimalisasi lahan yang ada, kami menargetkan hasil panen edamame dapat mencapai 3 hingga 4 ton. Ini menunjukkan bahwa program pembinaan dapat berjalan seiring dengan upaya mendukung ketahanan pangan dan menghasilkan nilai ekonomi," katanya menegaskan.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan berbagai sektor produktif di lingkungan pemasyarakatan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga binaan maupun masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menyebut keberhasilan panen edamame merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi antara petugas lapas dengan warga binaan yang secara konsisten mengelola lahan pertanian.

"Kami ingin warga binaan memperoleh keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal setelah bebas. Budidaya edamame menjadi salah satu media pembelajaran yang menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan semangat bekerja secara produktif," ucapnya.

Menurut Fadli, program pertanian yang dijalankan di Lapas Lombok Barat tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter serta peningkatan kepercayaan diri warga binaan agar siap menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Keberhasilan panen edamame ini sekaligus memperlihatkan bagaimana lembaga pemasyarakatan dapat bertransformasi menjadi pusat pembinaan yang produktif, edukatif, dan bernilai ekonomi. Dengan dukungan berbagai pihak, program serupa diharapkan terus berkembang sehingga mampu mencetak warga binaan yang mandiri, memiliki keterampilan kerja, serta berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.

"Kami akan terus mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia agar program pembinaan berbasis pertanian semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga binaan serta masyarakat," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....