KPK Pilih Mataram Jadi Titik Awal JNBA 2026

  • 13 Jun 2026 05:57 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID.Mataram – Penetapan Kota Mataram sebagai Kota Percontohan Antikorupsi pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 kembali mendapat pengakuan nasional. Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memilih ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut sebagai titik awal pelaksanaan Program Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi (JNBA) 2026, sebuah gerakan edukasi yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam membangun budaya integritas.

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo menjelaskan bahwa program yang mengusung tema “Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas” resmi dimulai di Kota Mataram,Dari kota ini, perjalanan akan berlanjut ke Kabupaten Lombok Timur, Pulau Sumbawa, hingga sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari upaya memperluas gerakan antikorupsi berbasis pendidikan dan partisipasi publik.

"Kota ini dinilai berhasil menunjukkan komitmen dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas, sekaligus mampu melibatkan masyarakat dalam berbagai upaya pengawasan dan pelayanan publik." Ujarnya Jumat 12 Juni 2026.

Ia juga menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan korupsi yang berfokus pada pembentukan karakter dan kesadaran masyarakat sejak dini sebab KPK hadir melalui Program Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi salah satunya untuk menghilangkan perilaku-perilaku yang bertentangan dengan nilai integritas

"Artinya, melalui jalur pendidikan dan pencegahan, KPK ingin mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama membangun budaya antikorupsi ," ujarnya.

Menurut Ibnu, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Upaya pencegahan melalui pendidikan dan keterlibatan masyarakat menjadi fondasi penting agar nilai-nilai integritas dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi warga Mataram dalam kegiatan tersebut. Kehadiran masyarakat dari berbagai kelompok usia dinilai menunjukkan bahwa semangat antikorupsi dapat diterima dan dikembangkan di seluruh lapisan masyarakat.

"Ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus penghormatan bagi kami karena kegiatan ini dimulai dari Kota Mataram untuk Indonesia Timur. Keterlibatan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, menunjukkan bahwa semangat antikorupsi dapat tumbuh dan berkembang di semua lapisan masyarakat," katanya.

Melalui Program JNBA 2026, Mataram tidak hanya menjadi tuan rumah kegiatan nasional, tetapi juga simbol bahwa pembangunan budaya integritas dapat dimulai dari daerah. KPK berharap semangat yang tumbuh dari Kota Mataram mampu menyebar ke berbagai wilayah Indonesia Timur.

"Kami berharap Kota Mataram mampu membangun gerakan kolektif dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih serta masyarakat yang antikorupsi," Ujarnya.

Dalam kegiatannya sejak pagi hari, kawasan Lapangan Sangkareang dipadati berbagai aktivitas. Puluhan stan pelayanan publik dan produk UMKM berjajar rapi, memperlihatkan wajah pelayanan pemerintah yang terbuka sekaligus menjadi ruang interaksi langsung antara masyarakat dan penyelenggara layanan.

Sebelum acara pembukaan di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, rombongan KPK bersama Wali Kota Mataram, Wakil Wali Kota Mataram, Sekretaris Daerah Kota Mataram, dan jajaran perangkat daerah meninjau satu per satu layanan yang ditampilkan.

"Kegiatan ini berbeda dari kampanye antikorupsi yang selama ini identik dengan seminar atau sosialisasi formal, Program JNBA menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat." Katanya mengakhiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....