Memperkuat Layanan Kesehatan Ibu melalui Inovasi Digital dan Kecerdasan Buatan
- 12 Jun 2026 16:08 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Transformasi layanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia mulai memasuki babak baru. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini hadir untuk membantu tenaga kesehatan meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mempercepat deteksi risiko kesehatan ibu sejak dini.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi antara Summit Institute for Development (SID), Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), Universitas Mataram, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Program riset yang mendapat dukungan KONEKSI ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat sistem layanan kesehatan primer berbasis teknologi digital.
Penelitian yang berlangsung di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, serta Kabupaten Garut, Jawa Barat, itu difokuskan pada upaya menjawab berbagai tantangan kesehatan ibu dan anak yang hingga kini masih menjadi perhatian nasional.
Selain persoalan angka kematian ibu dan bayi yang masih perlu ditekan, para tenaga kesehatan di lapangan juga dihadapkan pada beban administrasi yang cukup besar akibat proses pencatatan data kesehatan yang masih dilakukan secara manual.
Melalui pengembangan teknologi digital tersebut, data yang sebelumnya ditulis tangan dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) kini dapat diubah menjadi data digital yang tersusun secara sistematis dan mudah dianalisis.
CEO Summit Institute for Development sekaligus Ketua Proyek Penelitian, Yuni Dwi Setiyawati, menjelaskan bahwa tujuan utama inovasi tersebut adalah memaksimalkan pemanfaatan data kesehatan yang selama ini tersebar dalam berbagai dokumen manual.
"Tujuan utama kami adalah memastikan data kesehatan yang selama ini tersebar dan tercatat secara manual dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk mendukung pengambilan keputusan dan pemantauan kesehatan ibu secara dini," ujarnya. Kamis 11 Juni 2026.
Menurutnya, digitalisasi data akan membantu bidan dan tenaga kesehatan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan administratif sehingga perhatian mereka dapat lebih difokuskan pada pelayanan langsung kepada ibu hamil, ibu melahirkan, dan bayi.
Tidak hanya mengubah data manual menjadi digital, tim peneliti juga mengembangkan sistem AI yang mampu menganalisis konsultasi kesehatan yang masuk melalui layanan WhatsApp maupun call center. Teknologi tersebut dirancang untuk memahami kebutuhan pasien, pola pencarian layanan kesehatan, hingga menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Tahap pengembangan selanjutnya bahkan diarahkan untuk membantu mengidentifikasi risiko kesehatan ibu sejak masa kehamilan. Dengan demikian, intervensi medis dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Hasil uji coba awal menunjukkan potensi yang menjanjikan. Sekitar 12 ribu data ibu hamil dari wilayah Lombok dan Garut telah dianalisis untuk memetakan pola risiko kehamilan dan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Selain itu, sistem tersebut juga telah diimplementasikan bersama 40 bidan yang bertugas di wilayah kerja Puskesmas Narmada, Lombok Barat.
Yuni menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara ini menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
"Kolaborasi ini mempertemukan keahlian Indonesia dalam implementasi layanan kesehatan komunitas dengan keahlian Australia dalam kecerdasan buatan dan teknologi kesehatan digital. Kemitraan seperti ini penting untuk menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus berkelanjutan," katanya.
Dalam kunjungan media yang berlangsung di Desa Mekarsari, Kecamatan Narmada, para jurnalis berkesempatan menyaksikan secara langsung proses digitalisasi data Buku KIA yang dilakukan oleh bidan desa.
Mereka juga melihat bagaimana sistem AI memberikan informasi kesehatan kepada para ibu melalui telepon seluler, sekaligus mendukung layanan konseling kesehatan yang berlangsung di Posyandu Cempaka 2 dan Puskesmas Narmada.
Pendekatan yang mengintegrasikan digitalisasi data, analisis kecerdasan buatan, serta pemantauan kesehatan melalui sistem dasbor dinilai mampu membuka peluang besar bagi transformasi layanan kesehatan primer di Indonesia.
Temuan dari penelitian ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam penyusunan kebijakan kesehatan digital nasional yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
"Teknologi harus hadir untuk mempermudah pelayanan dan mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat. Karena itu, hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi masa depan bagi kesehatan ibu dan anak di Indonesia," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....