BI Maluku Utara Dukung Penguatan UMKM pada HUT ke-23 Halmahera Selatan

  • 11 Jun 2026 21:49 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Labuha - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara turut bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Halmahera Selatan ke-23 yang berlangsung pada 9–16 Juni 2026 di Lapangan UMKM Milenial, Labuha. Kegiatan pembukaan dihadiri Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin, Sekretaris Daerah Abdillah Kamarullah, Ketua DPRD, perwakilan DPR RI, Forkopimda, instansi vertikal, akademisi, insan media, serta pelaku usaha.

Sekretaris Daerah Halmahera Selatan, Abdillah Kamarullah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan HUT ke-23, terutama KPwBI Maluku Utara yang konsisten berkolaborasi dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Mengusung tema "Sinergi Membangun Negeri, Lestarikan Budaya, Tingkatkan Pelayanan” , perayaan tahun ini diisi beragam kegiatan mulai dari upacara dan tasyakuran, mal pelayanan publik, job fair, layanan kesehatan gratis, donor darah, parade budaya dan kuliner, perlombaan rakyat, pameran UMKM, hingga Simposium Nasional ISEI dan konser Band Jamrud.

Menurut Abdillah, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Ia berharap momentum HUT Kabupaten Halmahera Selatan dapat semakin mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat sektor usaha masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan Kabupaten Halmahera Selatan telah menunjukkan berbagai capaian pembangunan yang patut diapresiasi selama 23 tahun terakhir. Ia menilai penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Handi menjelaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak aktivitas ekonomi sekaligus penyerap tenaga kerja. Saat ini Halmahera Selatan menjadi salah satu kontributor terbesar UMKM di Maluku Utara dengan jumlah sekitar 48 ribu pelaku usaha atau hampir seperempat dari total UMKM di provinsi tersebut.

Meski demikian, sebagian besar pelaku usaha masih berada pada skala mikro sehingga membutuhkan dukungan peningkatan produktivitas dan akses pasar. Karena itu, menurut Handi, sinergi antara pemerintah, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendorong UMKM naik kelas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor produktif masyarakat, KPwBI Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah melaksanakan sejumlah program pemberdayaan. Di antaranya bantuan sarana produksi bagi Koperasi Serba Usaha Putri Bajo, dukungan fasilitas kelistrikan dan cold storage untuk Kelompok Nelayan Ginoti di Desa Pigaraja, serta bantuan in-store dryer bagi Gapoktan Bersatu Untuk Maju di Kecamatan Gane Timur.

Pada perayaan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Bank Indonesia juga menghadirkan berbagai program pemberdayaan seperti layanan sertifikasi halal gratis melalui Gerakan Maluku Utara Sertifikasi Halal Gratis (GEMA SEHATI), program WAKAFEIN, pelatihan kewirausahaan, serta Training of Trainers (ToT) bagi pendamping UMKM. Program tersebut melengkapi pengembangan UMKM melalui Serangkaian Kurasi Wirausaha dan UMKM Unggulan Bank Indonesia (SERUMBI).

Tahun 2026, terdapat empat UMKM asal Halmahera Selatan yang berhasil lolos kurasi dan mengikuti tahapan bootcamp SERUMBI, yakni Batik Citra Bacan, Nana Wah Taba, Dwita, dan Basayangang. Ke depan, BI Maluku Utara juga berencana mendukung pengembangan usaha Gapoktan Bersatu Untuk Maju melalui bantuan sarana budidaya peternakan terintegrasi serta mendukung Kelompok Tani Bawang Merah Bacan di Desa Wayamiga melalui bantuan sprinkler dan pupuk.

Selain itu, KPwBI Maluku Utara akan memperkuat pengembangan ekonomi syariah dengan mendorong Kabupaten Halmahera Selatan sebagai Kota Wakaf. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat sektor riil, pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi syariah, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, yang membuka secara resmi rangkaian kegiatan HUT ke-23, mengatakan daerahnya telah menunjukkan perkembangan signifikan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertumbuhan ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan.

Namun demikian, Helmi menegaskan masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan bersama, terutama terkait pemerataan pembangunan, konektivitas antarwilayah kepulauan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta daya saing daerah. “Kita tidak boleh lelah, tidak boleh berhenti, dan tidak boleh terpecah dalam semangat membangun Halmahera Selatan, Bumi Saruma tercinta,” ujar Helmi.

Ia menambahkan fokus pembangunan daerah saat ini diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pemanfaatan teknologi pemerintahan, serta pengembangan sektor agromaritim berbasis kewilayahan.

Dalam kesempatan itu, Helmi mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Halmahera Selatan pada tahun 2025 mencapai 37,33 persen atau melampaui rata-rata nasional maupun Provinsi Maluku Utara. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan kebersamaan melalui karya nyata, inovasi, serta pelayanan terbaik bagi masyarakat di Bumi Saruma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....