Disperindag Ende Upayakan Pasokan Pedagang dan MBG Tetap Seimbang

  • 10 Jun 2026 15:27 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ende menegaskan pentingnya distribusi pangan yang merata di tengah meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini menyusul keluhan sejumlah pedagang yang mengaku kesulitan memperoleh pasokan cabai dan bumbu dapur dari petani.

Kepala Disperindag Kabupaten Ende, Mohamad Syahrir, mengatakan pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak agar distribusi pangan tetap menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pasokan pangan tidak boleh terpusat pada satu jalur distribusi saja.

Keluhan pedagang sebelumnya muncul karena sebagian hasil panen petani disebut lebih banyak terserap untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan pasokan yang masuk ke pasar tradisional berkurang sehingga memengaruhi ketersediaan barang bagi pedagang kecil.

Syahrir menjelaskan pemerintah memiliki strategi pengendalian yang berfokus pada keterjangkauan, ketersediaan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengganggu kebutuhan program MBG.

"Kami akan melakukan koordinasi sehingga stok kebutuhan pangan tidak dijual secara terpusat. Distribusinya harus menyebar agar masyarakat maupun pedagang tetap bisa mendapatkan kebutuhan pangan yang diperlukan," ujar Mohamad Syahrir pada Selasa, 9 Juni 2026.

Menurutnya, distribusi yang merata menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar tradisional dan kebutuhan dapur MBG. Dengan pola distribusi yang baik, petani tetap memiliki pasar untuk hasil panennya, sementara pedagang dan masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh barang.

Ia menegaskan pemerintah tidak menginginkan adanya penguasaan pasokan oleh satu pihak yang dapat mengurangi akses kelompok lain terhadap komoditas pangan. Karena itu, koordinasi dengan pelaku usaha, distributor, petani, dan pengelola dapur MBG akan terus diperkuat.

"Kita ingin kebutuhan pangan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan. Jangan sampai distribusinya hanya terpusat pada satu jalur sehingga masyarakat atau pedagang kesulitan mendapatkan barang," kata Syahrir.

Disperindag berharap komunikasi yang baik antara petani, pedagang pasar, dan pengelola dapur MBG dapat menjaga kelancaran distribusi pangan di Kabupaten Ende. Dengan demikian, kebutuhan program pemerintah tetap terpenuhi tanpa mengurangi akses pedagang dan masyarakat terhadap bahan pangan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....