Gubernur NTB: Marwah MTQ Ada di Tangan Dewan Hakim
- 09 Jun 2026 16:47 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan kredibilitas Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) sangat ditentukan oleh integritas dewan hakim.
- Objektivitas dan kejujuran para hakim menjadi faktor utama menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan MTQ.
- Pengukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB 2026 di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, Praya, Selasa, 9 Juni 2026.
RRI.CO.ID, Lombok Temgah - Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan kredibilitas Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) sangat ditentukan oleh integritas dewan hakim. Menurut dia, objektivitas dan kejujuran para hakim menjadi faktor utama menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan MTQ.
“MTQ tetap eksis karena masyarakat percaya pada proses dan hasilnya. Kepercayaan itu lahir dari integritas para dewan hakim yang menjalankan tugas secara objektif dan profesional,” kata Iqbal saat mengukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB 2026 di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, Praya, Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menilai keberlangsungan MTQ hingga lebih dari enam dekade menunjukkan kegiatan tersebut masih relevan di tengah masyarakat. Menurut dia, sesuatu yang tidak lagi memberi manfaat akan ditinggalkan zaman. Namun MTQ justru terus berkembang dan mendapat tempat tersendiri di masyarakat.
Iqbal mengatakan salah satu kekuatan utama MTQ adalah tingginya penghormatan masyarakat terhadap keputusan dewan hakim. Berbeda dengan sejumlah kompetisi lain yang kerap memunculkan polemik, hasil MTQ umumnya diterima peserta maupun masyarakat karena proses penilaiannya dinilai berlangsung jujur dan adil.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan tekad mengembalikan kejayaan NTB di ajang MTQ nasional. Ia mengenang masa ketika NTB menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan dalam setiap pelaksanaan MTQ Nasional dengan melahirkan qari dan qariah berprestasi.
“Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, tidak berlebihan jika kita bercita-cita menjadikan NTB sebagai salah satu pusat pengembangan Tilawatil Qur’an di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Iqbal, kebangkitan prestasi MTQ NTB harus dimulai dari penguatan kelembagaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), pembinaan berkelanjutan, serta keterlibatan seluruh kabupaten dan kota.
Karena itu, ia meminta kepengurusan LPTQ NTB menjadi rumah bersama yang mampu mengakomodasi seluruh daerah dalam semangat pembinaan Al-Qur’an.
Gubernur juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sebagai tuan rumah MTQ XXXI. Meski menghadapi keterbatasan fiskal, pelaksanaan MTQ dinilai tetap mampu menghadirkan berbagai inovasi.
Menurut dia, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memperkuat persaudaraan, solidaritas sosial, dan kerukunan masyarakat.
Pada MTQ XXXI NTB, dewan hakim akan bertugas di delapan cabang lomba, yakni Tilawah Al-Qur’an, Qira’at Sab’ah, Hifzil Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khath Al-Qur’an, dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Iqbal berharap seluruh dewan hakim dapat menjaga independensi dan menjalankan amanah secara profesional.
“Semoga seluruh dewan hakim diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas, serta mampu menjaga marwah MTQ sebagai wadah syiar dan pembinaan Al-Qur’an di Nusa Tenggara Barat,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....