BMKG: Sebagian Besar Wilayah NTT Mulai Memasuki Musim Kemarau
- 06 Jun 2026 20:00 WIB
- Ende
Poin Utama
- BMKG mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan akibat angin kencang yang kering.
- Gelombang laut di utara Flores kategori rendah, sedangkan selatan Flores kategori sedang.
RRI.CO.ID, Sikka – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur mulai memasuki musim kemarau pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kondisi tersebut ditandai dengan berkurangnya pertumbuhan awan serta mulai aktifnya angin monsun timur di sejumlah wilayah.
Prakirawan BMKG, Liza Febrizky, menyampaikan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap angin kencang yang bersifat kering karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah NTT.
“Memasuki musim kemarau, masyarakat perlu mewaspadai potensi angin kencang dan kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya dalam siaran RRI, Sabtu, 6 Juni 2026.
Untuk wilayah Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo, BMKG memprakirakan cuaca pada Minggu, 7 Juni 2026, didominasi kondisi berawan sejak pagi hingga malam hari. Memasuki dini hari, cuaca diperkirakan berada pada kategori cerah berawan.
BMKG mencatat arah angin secara umum bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar 20 hingga 30 kilometer per jam. Sementara suhu udara diprakirakan berada pada rentang 20 hingga 32 derajat Celsius.
Di sektor kelautan, tinggi gelombang di perairan utara Flores diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah. Adapun di perairan selatan Flores, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter yang termasuk kategori sedang.
BMKG mengimbau masyarakat, nelayan, dan pengguna jasa transportasi laut untuk memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas. Masyarakat juga diminta mengakses informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut BMKG, kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi gelombang laut penting dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sektor perikanan dan transportasi laut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....