Panen Edamame Lapas Lombok Barat Targetkan Hasil hingga Tiga Ton
- 03 Jun 2026 16:20 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat kembali menunjukkan hasil nyata. Untuk pertama kalinya, warga binaan berhasil memanen tanaman edamame yang dibudidayakan di lahan seluas 0,9 hektare. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya sebatas teori, tetapi mampu melahirkan keterampilan produktif yang bernilai ekonomi dan berkontribusi pada ketahanan pangan.
Panen perdana yang berlangsung pada Rabu 3 Juni 2026 itu dilakukan secara bertahap dengan melibatkan warga binaan yang mengikuti program pembinaan kerja di sektor pertanian. Dari lahan yang dikelola bersama petugas, Lapas Lombok Barat menargetkan total hasil panen mencapai antara dua hingga tiga ton edamame.
Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja (Bimker dan PHK) Lapas Kelas IIA Lombok Barat, I Putu Ganesha, menjelaskan pengembangan budidaya edamame merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterampilan sekaligus produktivitas warga binaan melalui kegiatan yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan.
"Lahan edamame yang kami kelola memiliki luas sekitar 0,9 hektare. Panen dilakukan secara bertahap karena tingkat kematangan tanaman tidak sama. Untuk keseluruhan lahan, kami menargetkan hasil panen berkisar antara dua hingga tiga ton," ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh tahapan budidaya mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga proses panen dilakukan langsung oleh warga binaan dengan pendampingan petugas lapas.
"Melalui program ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan praktis di bidang pertanian, tetapi juga mendapatkan bekal usaha yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke tengah masyarakat," katanya menegaskan.
Keberhasilan panen perdana tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli. Menurutnya, hasil panen edamame menjadi indikator bahwa pembinaan yang dijalankan selama ini mampu memberikan dampak nyata bagi warga binaan.
"Panen ini menunjukkan bahwa program pembinaan berjalan secara konkret dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Lapas Lombok Barat terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada sektor pertanian dan ketahanan pangan," ucapnya.
Fadli juga optimistis komoditas edamame hasil budidaya warga binaan memiliki peluang besar untuk menembus pasar yang lebih luas. Karena itu, pihaknya membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperkuat pemasaran hasil panen.
"Kami siap menjalin kerja sama dengan pihak ketiga agar hasil panen dapat terserap secara optimal. Dengan dukungan berbagai pihak, program pembinaan kemandirian ini diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga binaan maupun masyarakat," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....