Operasi Katarak Gratis Buka Harapan Baru Warga Flores

  • 03 Jun 2026 08:45 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Sebanyak 180 warga dari Kabupaten Ende, Nagekeo, dan Ngada berhasil menjalani operasi katarak gratis yang digelar Kementerian Sosial RI bekerja sama dengan Yayasan Efrata dan Kompas TV di BLUD RSUD Ende. Program tersebut dinilai menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.

Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda, mengatakan kegiatan yang berlangsung dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional tersebut membawa harapan baru bagi masyarakat yang selama ini mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Menurutnya, layanan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat merupakan bentuk nyata kehadiran negara.

Hal itu disampaikannya saat mendampingi Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, meninjau penerima manfaat operasi katarak gratis di RSUD Ende, Senin, 1 Juni 2026. “Ini merupakan anugerah yang patut disyukuri. Kehadiran Kementerian Sosial bersama Yayasan Efrata dan Kompas TV telah membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan mata yang sangat dibutuhkan,” ujar Yoseph.

Ia berharap seluruh pasien yang telah menjalani operasi dapat kembali menikmati aktivitas sehari-hari dengan penglihatan yang lebih baik. Menurutnya, kesehatan mata memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup, produktivitas, dan kemandirian masyarakat, terutama bagi para lansia.

Sementara itu, Staf Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial RI, Mukhlash Muzaki, menjelaskan proses penjaringan peserta diawali melalui pemeriksaan di puskesmas. Dari 587 warga yang teridentifikasi mengalami katarak, sebanyak 339 orang melanjutkan proses registrasi dan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.

“Hasil skrining menunjukkan 181 pasien memenuhi syarat operasi dan 158 lainnya belum memenuhi kriteria medis untuk dilakukan tindakan,” katanya.

Hingga akhir pelaksanaan kegiatan, tercatat 180 pasien berhasil menjalani operasi, sementara satu pasien batal dioperasi karena pertimbangan medis. Dari jumlah tersebut, 135 pasien berasal dari Kabupaten Ende, 37 pasien dari Nagekeo, dan delapan pasien dari Ngada.

Operasi dilakukan oleh lima dokter spesialis mata dari Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) selama dua hari, sejak Minggu, 31 Mei hingga Senin, 1 Juni 2026. Program ini diharapkan mampu menekan angka gangguan penglihatan akibat katarak sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Flores.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....