Awal Juni, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Kuningan

  • 01 Jun 2026 07:44 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Masyarakat Kabupaten Kuningan dan wilayah sekitarnya diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada awal Juni 2026. Berdasarkan prospek cuaca mingguan periode 1–7 Juni 2026 yang dirilis oleh BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan.

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh aktifnya gelombang atmosfer tipe Kelvin yang melintasi wilayah Indonesia pada awal pekan. Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat turut mendukung pembentukan awan hujan secara signifikan.

"Kondisi dinamika atmosfer saat ini masih mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada beberapa wilayah di Jawa Barat," tulis BMKG dalam keterangannya.

Pada Senin, 1 Juni 2026 potensi hujan lebat disertai petir diprakirakan terjadi di sejumlah daerah sekitar Kuningan, seperti Kabupaten Cirebon dan Majalengka. Kondisi tersebut diperkirakan berlanjut pada Selasa, 2 Juni 2026 dengan cakupan wilayah yang lebih luas hingga ke kawasan Priangan Timur, termasuk Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya yang berbatasan langsung dengan wilayah Kuningan.

Memasuki Rabu dan Kamis, potensi cuaca ekstrem diprediksi bergeser ke wilayah barat dan selatan Jawa Barat seperti Garut dan Sumedang. Sementara pada periode Jumat hingga Minggu, 5–7 Juni 2026, kondisi cuaca diperkirakan mulai membaik dan relatif lebih stabil karena potensi cuaca ekstrem sudah tidak terdeteksi.

Dengan karakteristik wilayah Kuningan yang didominasi perbukitan dan berada di lereng Gunung Ciremai, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

"Masyarakat yang berada di daerah rawan longsor, banjir, maupun pohon tumbang diharapkan tetap waspada dan mengenali risiko lingkungan di sekitarnya," tulis keterangan resmi BMKG Kertajati, Minggu 31 Mei 2026, malam.

BMKG juga mengimbau warga yang akan melakukan perjalanan melalui jalur penghubung Kuningan–Cirebon maupun Kuningan–Majalengka agar memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berangkat. Selain itu, masyarakat diminta mematuhi arahan pemerintah daerah dan petugas kebencanaan apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

Untuk memperoleh informasi cuaca terkini, masyarakat dapat memanfaatkan layanan resmi BMKG melalui website, aplikasi Info BMKG, maupun kanal media sosial resmi BMKG Jawa Barat.

Menghadapi kondisi cuaca yang masih dinamis pada awal Juni ini, kewaspadaan, kesiapsiagaan, serta kepedulian terhadap lingkungan menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko bencana dan menjaga keselamatan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....