JLTS Kuningan Dipercepat, 5 Kilometer Segera Dibuka 2027
- 21 Jun 2026 07:00 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Pemerintah Kabupaten Kuningan menargetkan ruas awal Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS) sepanjang 5 kilometer mulai dapat digunakan masyarakat pada 2027. Pembangunan tahap pertama ini mencakup jalur dari Windujanten hingga Winduhaji yang nantinya terhubung dengan Jalan Sudirman.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna, mengatakan bahwa pembangunan JLTS menjadi salah satu proyek strategis daerah. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata.
“Alhamdulillah kalau 2027 ini, 5 kilometer dari Windujanten, Cibinuang, Citangtu sampai Winduhaji bisa digunakan dan tersambung ke Jalan Sudirman, itu sudah sangat membantu,” ujar Putu saat dihubungi RRI Cirebon, Sabtu, 20 Juni 2026.
baca juga: "JLTS Kuningan Masuk Enam Proyek Strategis Jabar"
Dari total rencana pembangunan JLTS sepanjang 9,5 kilometer, Pemkab Kuningan saat ini memprioritaskan penyelesaian sejumlah segmen tertentu. Fokus utama diarahkan pada segmen 3 hingga segmen 6 yang memiliki tingkat pekerjaan konstruksi lebih berat.
“Segmen tersebut menjadi prioritas. Hal itu karena terdapat pekerjaan jembatan yang membutuhkan anggaran cukup besar,” katanya.
Pembangunan JLTS diperkirakan membutuhkan anggaran fisik sekitar Rp407 miliar. Selain pekerjaan konstruksi, pemerintah daerah juga masih menghadapi tantangan pembebasan lahan yang membutuhkan anggaran sekitar Rp70 miliar hingga Rp73 miliar.
Pemkab Kuningan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp40,4 miliar untuk pembebasan lahan tahap awal. Namun, hasil evaluasi desain teknis terbaru menunjukkan adanya kebutuhan tambahan lahan sekitar 3 hektare untuk penanganan lereng di kawasan perbukitan.
baca juga:"Komisi V DPR Setujui Pagu Indikatif Kementerian PU 2027 senilai Rp98,47 Triliun"
Tambahan lahan tersebut sangat diperlukan untuk memperkuat konstruksi jalan di sepanjang jalur. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya longsor di area tersebut.
“Untuk sisa pembebasan lahan, saat ini sudah ada anggaran Rp14 miliar. Sedangkan kebutuhan tambahan akibat penanganan lereng akan kami masukkan dalam anggaran perubahan,” ucap Putu menjelaskan.
Dukungan pembangunan JLTS juga datang dari pemerintah pusat. Kementerian PUPR bersama Komisi V DPR RI mendorong skema pembiayaan bertahap agar proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana.
Ruas awal jalan sepanjang 5 kilometer direncanakan mendapat dukungan dana melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Sementara itu, sisa pembangunan sepanjang 4,5 kilometer akan diarahkan melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk periode 2027–2029.
Jika proses pembebasan lahan berjalan sesuai target, JLTS diharapkan mampu membuka akses baru sekaligus memperlancar mobilitas warga. Langkah ini nantinya juga akan memperkuat pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Kabupaten Kuningan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....