BPK NTT Ajak Pelajar Ende Kenali Jejak Sejarah Lahirnya Pancasila
- 31 Mei 2026 15:22 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan edukasi sejarah bagi para pelajar di Kabupaten Ende menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Bina Kerahiman, Ende, Minggu 2026 itu difokuskan pada pengenalan Rumah Pengasingan Soekarno sebagai salah satu cagar budaya nasional yang memiliki nilai sejarah penting bagi bangsa Indonesia.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Nusa Tenggara Timur, Haris Budiharto, S.S., M.Hum., saat diwawancarai RRI Ende di Aula Bina Kerahiman, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum sosialisasi nomenklatur baru lembaga yang kini bernama Balai Pelestarian Kebudayaan Nusa Tenggara Timur.
Ia mengungkapkan, Ende memiliki posisi yang sangat istimewa dalam perjalanan sejarah bangsa karena menjadi tempat Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, merumuskan nilai-nilai dasar Pancasila saat menjalani masa pengasingan.
“Di bumi Ende lah nilai-nilai Pancasila mulai dirumuskan oleh founding father kita, Ir. Soekarno, saat beliau menjalani pengasingan,” ujarnya.
Menurut Haris, sejarah tersebut perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami peran penting Ende dalam lahirnya dasar negara Indonesia. Untuk itu, BPK NTT mengundang perwakilan siswa SMA dan SMK di Kabupaten Ende untuk mengunjungi langsung Rumah Pengasingan Soekarno.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya situs sejarah yang berada di daerah mereka sendiri. Selain mengenal bangunan cagar budaya, para peserta juga diajak memahami berbagai koleksi benda bersejarah yang tersimpan di lokasi tersebut.
Menurutnya, masih banyak generasi muda yang belum mengetahui nilai historis rumah pengasingan tersebut meskipun sering melintasi kawasan itu dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, sebanyak 50 peserta yang mengikuti kegiatan diharapkan dapat menjadi duta informasi sejarah di lingkungan sekolah maupun keluarga masing-masing.
“Kami berharap mereka bisa menceritakan kembali sejarah yang ada di sana kepada teman-teman, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya,” ucapnya.
Ia mengatakan, pengenalan sejarah kepada generasi muda menjadi langkah penting untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah asal sekaligus memperkuat pemahaman mengenai proses lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.
Lebih lanjut, Haris menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan program perdana yang dilaksanakan BPK NTT dalam rangka mendukung peringatan Hari Lahir Pancasila. Ke depan, pihaknya berharap dapat membangun kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah, sekolah, serta berbagai pihak terkait guna memperkuat edukasi sejarah dan pelestarian budaya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga dan merawat cagar budaya agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Menurutnya, keberadaan Rumah Pengasingan Soekarno dan berbagai koleksi bersejarah di dalamnya harus terus dijaga sebagai bagian dari warisan nasional.
“Cagar budaya ini tidak boleh rusak. Harus tetap dalam kondisi baik dari generasi ke generasi,” katanya.
Haris berharap seluruh elemen masyarakat di Nusa Tenggara Timur dapat ikut berperan dalam menjaga warisan sejarah bangsa tersebut sehingga nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan yang terkandung di dalamnya tetap hidup di tengah masyarakat.
“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk merawat dan melestarikannya,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....