Sekolah Alam Bratakasian Terapkan Kurikulum Konservasi dan Literasi

  • 27 Mei 2026 10:46 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Lahan tidak terurus di Kabupaten Kuningan disulap menjadi pusat pendidikan berbasis konservasi alam dan penguatan literasi masyarakat. Sekolah Alam Bratakasian dikembangkan melalui pendekatan pendidikan nonformal dengan memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran utama.

Founder Sekolah Alam Bratakasian, Jaenal Mutakin mengatakan kawasan tersebut sebelumnya berupa kebun rindang tidak terawat bertahun-tahun lamanya. Menurutnya, lokasi tersebut dipenuhi sampah dan pecahan kaca sebelum dikembangkan menjadi kawasan pendidikan berbasis lingkungan hidup masyarakat.

“Kami ingin membangun tempat konservasi alam berbasis literasi bersama para relawan dan masyarakat,” ujarnya kepada RRI pada Selasa, 26 Mei 2026. Ia mengatakan pengembangan kawasan pendidikan tersebut dimulai pasca pandemi ketika aktivitas masyarakat mengalami banyak perubahan sosial signifikan.

Jaenal menjelaskan kawasan pendidikan tersebut dibangun menggunakan konsep pembelajaran terbuka dengan suasana alami penuh pepohonan rindang. Menurutnya, hingga tahun 2026 kawasan tersebut telah ditanami lebih dari seribu pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Sekolah Alam Bratakasian juga dilengkapi taman baca, rumah singgah, mushola, serta ruang belajar berbasis pemberdayaan masyarakat setempat. Bangunan mushola bahkan mengadopsi inspirasi arsitektur Masjid Merah Cirebon dan ornamen budaya peninggalan Sunan Gunung Jati.

“Semua relawan bersama masyarakat ikut membangun kawasan pendidikan berbasis lingkungan hidup secara gotongroyong,” katanya. Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama pengembangan pendidikan alternatif berbasis konservasi dan literasi daerah setempat.

Selain menjadi tempat belajar, kawasan tersebut juga dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan sosial berbagai kalangan usia masyarakat setempat. Program pendidikan tersebut diharapkan mampu membangun karakter generasi muda yang peduli lingkungan serta mencintai budaya daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....