Evakuasi Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani Berhasil, Korban Diterbangkan ke Bali

  • 26 Mei 2026 09:35 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Seorang pendaki perempuan asal Malaysia mengalami cedera serius setelah terjatuh di jalur pendakian Gunung Rinjani
  • Korban jatuh saat turun dari puncak menuju Pelawangan 2 Sembalun
  • Tim SAR menerima laporan kejadian pada Senin (25/5/2026)
  • Helikopter milik PT SGi Air Bali diterbangkan dari Bali untuk evakuasi medis udara (EMU)
  • Helikopter take off dari Sembalun pukul 08.05 WITA dan membawa korban ke Bali pukul 08.17 WITA

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Upaya evakuasi medis udara (EMU) terhadap seorang pendaki perempuan asal Malaysia yang mengalami cedera serius di jalur pendakian Gunung Rinjani akhirnya berhasil dilakukan pada Selasa 26 Mei 2026 pagi. Korban diterbangkan menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Bali untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Sebelumnya, pada Senin 25 Mei 2026, Kantor SAR Mataram menerima laporan mengenai seorang pendaki asal Malaysia yang terjatuh saat menuruni jalur dari puncak menuju Pelawangan 2 Sembalun. Akibat insiden tersebut, korban mengalami cedera serius dan tidak mampu menggerakkan tubuhnya.

Korban kemudian dievakuasi sementara oleh porter dan pemandu pendakian ke kawasan Pelawangan 2 Sembalun sambil menunggu proses penyelamatan lebih lanjut.

Menindaklanjuti laporan itu, tim rescue dari Pos SAR Kayangan dan Kantor SAR Mataram langsung diberangkatkan ke lokasi. Untuk mempercepat penanganan, helikopter milik PT SGi Air Bali diterbangkan dari Bali menuju kawasan pendakian Rinjani.

Namun, upaya evakuasi pada Senin sore belum dapat dilaksanakan akibat cuaca buruk. Kabut tebal yang menyelimuti kawasan Pelawangan 2 membuat jarak pandang sangat terbatas sehingga helikopter tidak dapat melakukan pendaratan dengan aman.

“Karena kendala cuaca berupa kabut tebal, evakuasi udara kami tunda dan baru dilanjutkan kembali saat jarak pandang dinyatakan aman,” ujar Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam keterangan tertuluisnya.

Berdasarkan rekomendasi medis dari tim Nusa Medica Clinic, korban tidak dipindahkan sementara waktu guna menjaga stabilitas kondisi kesehatannya. Selama penundaan evakuasi, korban mendapat pengawasan intensif dari tenaga medis dan tim SAR gabungan di lokasi.

Cuaca yang mulai membaik pada Selasa pagi akhirnya memungkinkan operasi penyelamatan dilanjutkan. Helikopter PT SGi Air Bali lepas landas dari Lapangan Sembalun pada pukul 08.05 WITA menuju Pelawangan 2 Sembalun.

Setelah proses persiapan selesai, korban berhasil dipindahkan ke dalam helikopter dan diterbangkan menuju Bali pada pukul 08.17 WITA. Helikopter kemudian mendarat di helipad Benoa, Bali pada pukul 09.05 WITA.

Selanjutnya, korban dirujuk ke Rumah Sakit Inmedika Sanur untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Keberhasilan operasi SAR tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, di antaranya Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, PT SGi Air Bali, Nusa Medica Clinic, BPBD Lombok Timur, EMHC, SAR Unit Lombok Timur, serta porter dan pemandu pendakian yang turut membantu menjaga kondisi korban selama proses evakuasi berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....