Papua Barat Daya Bidik Kerja Sama Pengelolaan Museum NTB

  • 19 Jun 2026 12:54 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Sukses integrasikan info geologi Rinjani dan budaya, pengelolaan Museum NTB pikat Papua Barat Daya untuk jajaki kerja sama sektor kebudayaan

RRI.CO.ID, Mataram - Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya bertumpu pada keindahan Sirkuit Mandalika, kemegahan Gunung Rinjani, atau eksotisme Gili Trawangan untuk memikat wisatawan dunia. Keberadaan Museum Negeri NTB kini mencuri perhatian sebagai salah satu kekuatan penting yang memperkuat posisi provinsi ini di kancah internasional.

Hal ini diakui langsung oleh Kepala Disparekraf Provinsi Papua Barat Daya, Yusdin N. Lamatenggo, saat melakukan kunjungan bersama 40 delegasi ke Museum Negeri NTB, Kamis 18 Juni 2026. Menurutnya, museum ini memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi sektor pariwisata NTB karena mampu menyajikan narasi yang utuh.

“Ini luar biasa ya, sangat menarik. Menampilkan informasi lengkap tentang pembentukan NTB secara geologinya, kemudian budayanya, manusianya, sampai dengan peralatan hidup keseharian orang NTB dari zaman dulu sampai sekarang,” ungkap Yusdin.

Ia menilai, kemampuan museum dalam mengintegrasikan sejarah, budaya masyarakat Sasak, Samawa, dan Mbojo, hingga pusat informasi geologi Gunung Rinjani merupakan sebuah strategi edukasi yang matang untuk mendukung destinasi kelas dunia.

Kunjungan studi banding oleh provinsi termuda di Indonesia ini tidak sekadar menjadi ajang melihat koleksi, melainkan menjadi jembatan peluang kerja sama baru di bidang kebudayaan dan pengelolaan museum.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Prov. Papua Barat Daya, Dr. Drs. Suardi Thamal, mengaku sangat terkesan dengan pengelolaan museum yang memiliki 7.714 koleksi cagar budaya tersebut. Pihaknya berencana mengadopsi sistem pengelolaan ini untuk diterapkan di Papua Barat Daya dalam mengelola potensi serupa, termasuk Cagar Biosfer.

"Ke depan kami bisa belajar terutama dalam pengelolaan museum. Kami berharap kunjungan ini dapat mempererat hubungan silaturahmi sekaligus membuka peluang kerja sama," ujar Suardi.

Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan, bersama Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menegaskan bahwa museum saat ini telah bertransformasi. Tempat ini bukan lagi sekadar ruang penyimpanan benda kuno, melainkan pintu masuk utama informasi identitas daerah.

Dalam konteks Geopark Rinjani, museum hadir untuk memastikan bahwa konservasi alam yang dilakukan di kawasan gunung berapi tersebut berjalan selaras dengan pelestarian nilai budaya masyarakat sekitar. Integrasi inilah yang dinilai menjadi daya tarik magis bagi pariwisata berbasis edukasi di NTB.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....