BPBD Sikka Bentuk Sekolah Tangguh Hadapi Ancaman Bencana
- 24 Mei 2026 20:30 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sikka melaksanakan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP Negeri Waigete dan SMP PGRI Egon pada 21–22 Mei 2026. Program tersebut difokuskan pada sosialisasi, mitigasi, dan pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi warga sekolah.
Kegiatan itu bertujuan membangun budaya siaga bencana di lingkungan pendidikan sejak dini. Selain itu, program SPAB juga diarahkan untuk melindungi siswa, guru, dan staf sekolah dari risiko bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Pelaksanaan kegiatan dipimpin langsung Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sikka, F.X. Heriyanto, SH. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang langkah penyelamatan diri dan prosedur evakuasi saat kondisi darurat.
Program SPAB dijalankan melalui tiga pilar utama yang menjadi dasar pembentukan sekolah aman bencana. Pilar pertama adalah manajemen penanggulangan bencana di sekolah melalui pembentukan tim siaga dan penyusunan rencana darurat.
Pilar kedua menitikberatkan pada fasilitas sekolah aman dengan memastikan bangunan dan lingkungan fisik memenuhi standar keamanan. Sementara pilar ketiga berupa pendidikan pengurangan risiko bencana yang diintegrasikan dalam proses pembelajaran.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan simulasi evakuasi untuk melatih respons cepat peserta didik dan tenaga pendidik. Simulasi tersebut dirancang agar warga sekolah memahami jalur penyelamatan dan titik kumpul saat terjadi bencana.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sikka, Petrus Poling Wairmahing, ST., M.Si., M.Sc., turut memberikan arahan melalui siaran langsung dan presentasi daring dari Labuan Bajo. Ia menegaskan pentingnya sekolah sebagai ruang awal membangun pemahaman kebencanaan di masyarakat.
“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian pemerintah daerah agar setiap warga sekolah siap bertindak dan selamat jika terjadi bencana,” ujarnya dalam sambungan daring. Menurutnya, kesiapsiagaan yang ditanamkan sejak usia sekolah akan membantu meminimalkan risiko korban saat terjadi bencana.
BPBD Sikka berharap program tersebut menjadi langkah awal pembentukan lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh di Kabupaten Sikka. Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang aman yang siap menghadapi berbagai ancaman bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....