MRIN Presentasikan Riset Migrasi Biologis dan Budaya Papua di Manokwari

  • 23 Mei 2026 08:28 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari — Tim peneliti MOCHTAR RIADY INSTITUTE FOR NANOTECHNOLOGY (MRIN) mempresentasikan rencana penelitian bertajuk “Pemetaan Dampak Migrasi Biologis dan Budaya Papua ke Daerah Wallacea” di Manokwari, pada Selasa 20 Mei 2026.

Tim riset yang dipimpin Prof. dr. Herawati Sudoyo tersebut akan menelusuri hubungan antara genetika, bahasa, dan sejarah migrasi manusia di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Penelitian direncanakan berlangsung di kawasan Pegunungan Arfak dan Fakfak guna memahami jejak migrasi manusia Papua, keragaman bahasa lokal, hingga hubungan populasi Papua dengan kawasan Wallacea.

Kegiatan presentasi turut dihadiri Kepala BRIDA Papua Barat sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Papua Barat Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, Wakil Rektor Universitas Papua Dr. Yusuf Sawaki, Direktur RSUD Papua Barat dr. Arnoldus Tiniap, antropolog UNIPA Adolof Ronsumbre, perwakilan Dinas Kesehatan Papua Barat, serta akademisi dan peneliti lainnya.

Ketua tim peneliti, Prof. Herawati Sudoyo, mengatakan riset ini penting untuk memahami keterhubungan sejarah migrasi manusia Papua dengan kawasan Wallacea melalui pendekatan ilmiah lintas disiplin.

“Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai perjalanan migrasi manusia Papua, baik dari sisi genetika maupun budaya dan bahasa lokal yang berkembang hingga saat ini,” ujarnya.

Kolaborasi penelitian ini diharapkan dapat memperkuat basis data genetika populasi Papua sekaligus membuka pemahaman yang lebih luas mengenai sejarah migrasi manusia di Tanah Papua dan kawasan Wallacea.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....