UB Mulai Terapkan Car Free Day Tiap Jumat
- 22 Mei 2026 10:04 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Suasana berbeda terlihat di lingkungan Universitas Brawijaya (UB), Jumat 22 Mei 2025 pagi. Jalan-jalan kampus yang biasanya dipadati lalu lalang kendaraan bermotor tampak lebih lengang. Sejumlah mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan terlihat berjalan kaki, bersepeda, dan menikmati suasana kampus tanpa asap kendaraan dalam pelaksanaan program Car Free Day (CFD).
Program tersebut menjadi bagian dari gerakan Green Campus yang mulai diterapkan rutin setiap hari Jumat pukul 06.00 hingga 18.00 WIB sebagai upaya membangun budaya kampus berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kepala UPT Green Campus UB, Prof. Sri Suhartini mengatakan, program CFD menjadi langkah awal untuk mengajak seluruh warga kampus berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung visi UB sebagai kampus berkelanjutan.
“Kami mengajak seluruh warga UB untuk berpartisipasi dalam program Car Free Day ini. Alhamdulillah pimpinan universitas juga sudah menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar pengurangan kendaraan bermotor di area kampus, tetapi juga menjadi pengingat bahwa seluruh individu memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Prof. Sri menambahkan, UB terus mendorong berbagai program pendukung Green Campus, termasuk gerakan donasi pohon dan program adopsi pohon di UB Forest. Ia berharap keterlibatan warga kampus maupun masyarakat luas dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan.
“Kalau tidak dimulai dari kita, siapa lagi yang akan memulai. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi kita mulai. Mulai dari langkah kecil terlebih dahulu, jika banyak yang berkontribusi dampaknya akan sangat luar biasa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, UB juga menerima donasi sebanyak 63 pohon langka dari warga Kota Malang. Pohon-pohon tersebut telah ditanam di sejumlah lokasi kampus UB, mulai dari UB Veteran, UB Kediri, hingga UB Dieng. Sebagian lainnya direncanakan akan ditanam di UB Kepanjen setelah proses pembangunan selesai.
Selain itu, UB juga memperkenalkan sejumlah inovasi pendukung kampus hijau hasil kolaborasi lintas pihak. Salah satunya adalah “Digitree”, inovasi yang dikembangkan bersama Fakultas Vokasi UB untuk mendukung gerakan pelestarian lingkungan berbasis teknologi.
Tak hanya itu, UB bersama PT LYB juga memperkenalkan Reverse Vending Machine sebagai bagian dari penguatan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Kerja sama tersebut sebelumnya telah ditandai melalui penandatanganan perjanjian kerja sama pada 19 Mei lalu.
Rektor UB, Prof. Widodo menegaskan bahwa program Car Free Day akan dilaksanakan rutin setiap Jumat sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga lingkungan hidup.
“Kegiatan ini menjadi penanda, pengingat, dan komitmen kita semua bahwa setiap individu dan organisasi memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan tidak hanya dilakukan melalui perubahan perilaku, tetapi juga melalui pengembangan teknologi, tata kelola, dan manajemen yang lebih ramah lingkungan.
Prof. Widodo menilai dukungan berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga dunia industri, menjadi modal penting bagi UB dalam mewujudkan kampus berkelanjutan dan target zero emissions.
“Hari ini menjadi inisiasi gerakan kepedulian bersama untuk terus melestarikan alam, mengembangkan teknologi, dan membangun tata kelola yang mendukung sustainability pembangunan di Indonesia,” pungkasnya.
Program tersebut menjadi bagian dari gerakan Green Campus yang mulai diterapkan rutin setiap hari Jumat pukul 06.00 hingga 18.00 WIB sebagai upaya membangun budaya kampus berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kepala UPT Green Campus UB, Prof. Sri Suhartini mengatakan, program CFD menjadi langkah awal untuk mengajak seluruh warga kampus berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung visi UB sebagai kampus berkelanjutan.
“Kami mengajak seluruh warga UB untuk berpartisipasi dalam program Car Free Day ini. Alhamdulillah pimpinan universitas juga sudah menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar pengurangan kendaraan bermotor di area kampus, tetapi juga menjadi pengingat bahwa seluruh individu memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Prof. Sri menambahkan, UB terus mendorong berbagai program pendukung Green Campus, termasuk gerakan donasi pohon dan program adopsi pohon di UB Forest. Ia berharap keterlibatan warga kampus maupun masyarakat luas dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan.
“Kalau tidak dimulai dari kita, siapa lagi yang akan memulai. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi kita mulai. Mulai dari langkah kecil terlebih dahulu, jika banyak yang berkontribusi dampaknya akan sangat luar biasa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, UB juga menerima donasi sebanyak 63 pohon langka dari warga Kota Malang. Pohon-pohon tersebut telah ditanam di sejumlah lokasi kampus UB, mulai dari UB Veteran, UB Kediri, hingga UB Dieng. Sebagian lainnya direncanakan akan ditanam di UB Kepanjen setelah proses pembangunan selesai.
Selain itu, UB juga memperkenalkan sejumlah inovasi pendukung kampus hijau hasil kolaborasi lintas pihak. Salah satunya adalah “Digitree”, inovasi yang dikembangkan bersama Fakultas Vokasi UB untuk mendukung gerakan pelestarian lingkungan berbasis teknologi.
Tak hanya itu, UB bersama PT LYB juga memperkenalkan Reverse Vending Machine sebagai bagian dari penguatan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Kerja sama tersebut sebelumnya telah ditandai melalui penandatanganan perjanjian kerja sama pada 19 Mei lalu.
Rektor UB, Prof. Widodo menegaskan bahwa program Car Free Day akan dilaksanakan rutin setiap Jumat sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga lingkungan hidup.
“Kegiatan ini menjadi penanda, pengingat, dan komitmen kita semua bahwa setiap individu dan organisasi memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan tidak hanya dilakukan melalui perubahan perilaku, tetapi juga melalui pengembangan teknologi, tata kelola, dan manajemen yang lebih ramah lingkungan.
Prof. Widodo menilai dukungan berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga dunia industri, menjadi modal penting bagi UB dalam mewujudkan kampus berkelanjutan dan target zero emissions.
“Hari ini menjadi inisiasi gerakan kepedulian bersama untuk terus melestarikan alam, mengembangkan teknologi, dan membangun tata kelola yang mendukung sustainability pembangunan di Indonesia,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....