Menyalakan Asa Disabilitas Berdikari Dari Bantuan BRI Peduli

  • 21 Mei 2026 22:31 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember- Pintu ruang kerja sering kali terasa tertutup rapat oleh dinding stigma, Menemukan pekerjaan bukan sekadar perkara mencari nafkah, melainkan sebuah perjuangan melelahkan untuk membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari produktivitas.

Dunia kerja formal sering kali tidak ramah bagi penyandang disabilitas. Ketiadaan fasilitas penunjang dan keraguan pasar menjadi penghalang utama.

Namun, di sudut Jember, narasi diskriminasi itu mulai runtuh. Melalui sebuah terobosan inklusif, asa baru kini menyala bagi ratusan mahasiswa dan masyarakat berkebutuhan khusus.

Pembina Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR) Jember, Asrorul Mais mengatakan Sebagai seorang penyandang disabilitas, Ia tahu persis rasanya berjuang di tengah minimnya akses kerja.

Bagi Asrorul dan ratusan rekannya, kehadiran Disabilities Entrepreneur Center di kampus UNIPAR bukan sekadar ruangan penuh alat baru, namun diharapkan mampu menjadi ruang pembuktian ditengah keterbatasan fisik, mereka tetap mampu berdikari dan menjadi aset berharga bagi masyarakat.

"Bagi teman-teman disabilitas yang selama ini memiliki keahlian namun tidak memiliki permodalan kerja, maka dengan bantuan CSR BRI ini akan sangat terbantu," ungkapnya kepada RRI, Kamis 21 Mei 2026.

Asrorul menceritakan penyaluran bantuan 74 unit peralatan usaha canggih melalui program BRI Peduli senilai ratusan juta rupiah kepada UNIPAR Jember pada tahun 2025 itu, memicu rasa percaya diri para mahasiswa disabilitas untuk merintis jalan hidupnya sendiri sebagai wirausahawan mandiri.

"Sesuai dengan tujuan kami membangun kewirausahaan bagi teman-teman disabilitas, juga bisa mewujudkan entrepreneur bisa dijalankan secara inklusif, memberikan kesempatan yang sama kepada teman-teman disabilitas berbaur dengan teman-teman yang secara fisik tidak memiliki kekurangan bekerja secara bersama-sama," jelasnya.

Bantuan unit peralatan usaha bagi penyandang disabilitas yang disalurkan melalui program CSR BRI Peduli meliputi percetakan (mesin digital printing), Jasa (elektronik, kecantikan, pijat), Kuliner (oven kapasitas besar),Mebel dan Pertukangan (alat pertukangan modern) serta Fashion (mesin bordir komputer).

"Bantuan alat-alat itu sangat bermanfaat bagi mahasiswa sekaligus teman-teman disabilitas, Ini bukan tentang belas kasihan, tapi tentang kesempatan yang setara," tegas Mais.

UNIPAR Jember sendiri merupakan Perguruan Tinggi Swasta pertama di Indonesia yang memiliki program studi Pendidikan Luar Biasa (PLB).

Melalui pusat kewirausahaan inklusif pertama di lingkungan kampus ini, sebanyak 320 peserta, terdiri dari 290 mahasiswa aktif dan 30 warga sekitar Jember.

Sementara Regional CEO BRI Malang, Arie Wibowo, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen nyata BRI dalam menciptakan keadilan ekonomi.

"Kami ingin menciptakan peluang ekonomi yang inklusif agar setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang," ujarnya saat penyerahan bantuan CSR BRI Peduli ke UNIPAR Jember.

Melalui kolaborasi apik ini, BRI dan UNIPAR Jember tidak hanya sedang melatih keterampilan teknis namun juga membangun sebuah ekosistem baru di mana disabilitas bukan lagi penghalang untuk mandiri secara finansial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....