Digitalisasi SPMB Banyumas Dinilai Permudah Akses Masyarakat
- 21 Mei 2026 11:36 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Penerapan sistem penerimaan murid baru (SPMB) berbasis digital di Banyumas mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Saizu Purowkerto Prof. Dr. Fauzi, M.Ag. menilai langkah tersebut sebagai bentuk inovasi layanan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, digitalisasi dalam proses penerimaan siswa dapat mendorong terciptanya sistem yang lebih transparan, akuntabel, dan adil bagi masyarakat. Sistem tersebut juga dinilai mampu meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan di daerah.
“Ya, saya kira langkah ini patut kita apresiasi sebagai inovasi dalam rangka memastikan bahwa layanan pendidikan kita ini sesuai dengan spirit zaman,” ujarnya kepada RRI, Kamis (21/5/2026).
Ia mengatakan, teknologi pada dasarnya hanyalah alat untuk mendukung pelayanan pendidikan. Karena itu, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan kualitas pendidikan di setiap sekolah tetap merata.
Dengan pemerataan mutu pendidikan, masyarakat tidak akan hanya terfokus pada sekolah tertentu yang dianggap lebih unggul. Hal itu dinilai penting agar sistem penerimaan siswa berjalan lebih seimbang.
“Sistem ini kan sebenarnya dalam rangka memastikan bahwa sebaran mutu itu juga terjadi,” ucapnya.
Fauzi menilai, digitalisasi layanan pendidikan memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Orang tua dapat memantau jumlah pendaftar, kuota sekolah, hingga jarak domisili secara real-time tanpa harus datang langsung ke sekolah.
Selain memudahkan masyarakat, sistem digital juga dianggap mampu mempercepat pelayanan dan meminimalisir potensi konflik kepentingan karena proses dilakukan secara daring tanpa kontak langsung.
“Dari rumah bisa upload, bisa ngecek, begitu, ya,” ucapnya.
Meski begitu, ia mengingatkan masih ada sejumlah tantangan dalam penerapan sistem digital, seperti kesiapan perangkat, jaringan internet, hingga kemampuan masyarakat dalam menggunakan layanan digital. Karena itu, edukasi dan sosialisasi dinilai harus dilakukan secara masif dan terencana.
Ia juga menekankan pentingnya roadmap transformasi digital pendidikan yang berkelanjutan. Menurutnya, literasi digital masyarakat tidak hanya menyangkut kemampuan teknis, tetapi juga etika dalam menggunakan media digital.
“Literasi digital itu tidak semata-mata persoalan teknisnya, tetapi etiknya,” ujar Fauzi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....