Wilayah Terpencil Masih Jadi Tantangan Akses Air Layak
- 20 Mei 2026 11:08 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Pemerataan akses air minum layak di wilayah terpencil dan rawan kekeringan masih menjadi tantangan di Nusa Tenggara Timur. Hal itu disampaikan dalam data yang dilansir melalui Instagram BPS Ende pada Selasa 19 Mei 2026.
Secara umum, kondisi akses air minum layak di Provinsi NTT tahun 2025 tercatat mencapai 89,86 persen. Artinya, hampir sembilan dari sepuluh rumah tangga di NTT telah menggunakan sumber air layak untuk kebutuhan sehari-hari.
Kabupaten Ende menjadi salah satu daerah dengan capaian tertinggi di NTT dengan persentase mencapai 97,66 persen. Angka tersebut menunjukkan sebagian besar rumah tangga di Ende telah menikmati akses air minum layak yang aman dan terlindungi.
Sumber air minum layak meliputi air leding, sumur terlindung, sumur bor atau pompa, mata air terlindung, serta air hujan. Ketersediaan sumber air aman dinilai penting dalam mendukung kesehatan masyarakat dan kesejahteraan keluarga.
Meski demikian, masih terdapat perbedaan capaian antar daerah di NTT. Beberapa wilayah seperti Sumba Tengah dan Timor Tengah Selatan masih memiliki persentase akses air minum layak yang lebih rendah dibanding daerah lainnya.
Perbedaan tersebut dipengaruhi berbagai faktor seperti kondisi geografis, keterbatasan sumber air, hingga infrastruktur air bersih yang belum merata. Karena itu, pemerataan layanan air minum layak masih menjadi pekerjaan bersama di berbagai daerah.
Capaian Kabupaten Ende dinilai menjadi gambaran positif pembangunan kualitas hidup masyarakat. Tantangan ke depan ialah menjaga kualitas layanan air minum sekaligus memastikan seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terpencil, memperoleh akses air bersih yang aman dan terjangkau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....