Generasi Muda NTT Didorong Jadi Pencipta Kerja lewat UMKM Digital

  • 20 Mei 2026 09:27 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Generasi muda di Nusa Tenggara Timur didorong untuk mulai mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja melalui pengembangan sektor UMKM digital dan ekonomi kreatif. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTT, Yosef Rasi, saat diwawancarai RRI Kupang, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut Yosef Rasi, ketergantungan generasi muda terhadap pekerjaan formal seperti Aparatur Sipil Negara maupun pekerjaan kantoran perlu mulai diimbangi dengan semangat kewirausahaan yang mandiri dan kreatif. “Generasi muda NTT harus berani keluar dari zona nyaman dan mulai mengubah pola pikir dari sekadar mencari pekerjaan menjadi pencipta lapangan kerja baru,” ujarnya.

Ia menilai, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif berbasis digital memiliki potensi besar untuk dikembangkan di NTT. Kekayaan budaya lokal yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi informasi dinilai mampu membuka peluang pasar yang lebih luas hingga tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, Yosef Rasi juga mendorong generasi muda untuk memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana pemasaran produk lokal secara efektif dan efisien. “Pemanfaatan teknologi digital menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar tanpa membutuhkan biaya operasional yang terlalu besar,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku usaha muda, di antaranya keterbatasan akses permodalan dan rendahnya literasi keuangan digital. Karena itu, pemerintah daerah bersama lembaga perbankan diharapkan dapat menghadirkan program inkubasi bisnis serta akses pembiayaan yang lebih ramah bagi pelaku usaha pemula.

Dalam kesempatan tersebut, Yosef Rasi juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui pelatihan bisnis dan pengembangan keterampilan praktis bagi mahasiswa.

Transformasi pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta kerja diharapkan mampu membantu menekan angka pengangguran terdidik di Provinsi Nusa Tenggara Timur sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....