Dua Siswa Syuradikara Raih Beasiswa Kuliah di Jepang

  • 19 Mei 2026 18:17 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Dua murid angkatan 70 SMA Swasta Katolik Syuradikara Ende meraih beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Nanzan, Jepang. Keduanya adalah Maria Yoana Wona Hipir dan Giorgio Peter Marthin Aditya Soan yang berasal dari Timor. Program beasiswa tersebut merupakan hasil kerja sama antara SMAK Syuradikara dengan Universitas Nanzan yang telah berlangsung selama sepuluh tahun.

Kepala SMAK Syuradikara, Bruder Kristianus Riberu, SVD, mengatakan Tahun 2026 menjadi angkatan kesebelas sejak program pendidikan itu dijalankan. Kedua siswa dipilih melalui proses seleksi ketat berdasarkan prestasi akademik maupun nonakademik selama tiga tahun terakhir.

Menurutnya, kesempatan belajar di Jepang menjadi buah dari perjuangan dan disiplin yang mereka bangun sejak awal sekolah. “Untuk mendapat kesempatan seperti ini sulit, jadi mereka mendapat berkat karena usaha dan perjuangan mereka,” kata Bruder Kris saat diwawancarai media ini, Selasa 19 Mei 2026.

Ia menjelaskan keberangkatan Yoana dan Gio bukan sekadar melanjutkan studi, tetapi juga membawa misi pendidikan dan budaya. Bruder Kris menyebut program tersebut sebagai bentuk perutusan timbal balik yang kini dilakukan oleh lembaga pendidikan SVD melalui jalur pendidikan.

“Perutusan itu terbalik sekarang, SVD dalam hal ini Syuradikara mengutus kedua murid ini sebagai misionaris awam untuk tujuan pendidikan,” ujarnya.

Pihak sekolah berharap kedua siswa mampu memanfaatkan masa studi di Jepang dengan belajar secara serius dan disiplin. Selain mengejar pendidikan, mereka juga diminta memahami budaya Jepang dan membangun karakter mandiri selama berada di luar negeri.

Guru Bahasa Jepang SMAK Syuradikara, Marianus Nato, turut mendampingi persiapan keduanya sebelum keberangkatan. Selama empat bulan terakhir, Yoana dan Gio mendapat pelatihan dasar Bahasa Jepang, mulai dari Hiragana, Katakana hingga Kanji.

Marianus mengatakan penguasaan bahasa menjadi bekal penting agar keduanya dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Ia berharap mereka terus memperkaya kosa kata dan memahami pola komunikasi masyarakat Jepang agar tidak terjadi kesalahpahaman saat berinteraksi.

Sementara itu, Giorgio Peter Marthin Aditya Soan mengaku bersyukur bisa memperoleh kesempatan kuliah di luar negeri melalui jalur beasiswa. Ia menyebut kesempatan tersebut menjadi jalan untuk mewujudkan impian orang tuanya.

Maria Yoana Wona Hipir juga mengungkapkan rasa syukur sekaligus tanggung jawab besar yang kini berada di pundaknya. Bersama Gio, ia mengaku siap menjalani proses pendidikan di Jepang dan meminta doa serta dukungan dari masyarakat agar dapat menyelesaikan studi dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....