Kominfo Sikka Perkuat Benteng Keamanan Siber Daerah

  • 19 Mei 2026 12:32 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Diskominfo Sikka menjadikan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi sebagai landasan hukum utama dalam menyusun strategi proteksi data pada aplikasi publik daerah.
  • Program literasi digital dilakukan secara agresif dengan menyambangi sekolah-sekolah mulai dari tingkat SMA, SMP, hingga SD karena tingginya tingkat penggunaan gawai oleh anak-anak.
  • Kominfo Sikka mendorong para orang tua untuk melakukan pendampingan ketat saat anak-anak menggunakan gawai guna menghindari penyalahgunaan data atau kecanduan siber.
  • Sektor infrastruktur digital Pemkab Sikka terus diperkuat melalui peningkatan keamanan server yang dikelola langsung oleh talenta-talenta muda lokal yang ahli di bidangnya.
  • Kebijakan dan sistem internal terbaik pemerintah dinilai tidak akan cukup tanpa adanya kesadaran mandiri dari masyarakat untuk membentengi data pribadi masing-masing.

RRI.CO.ID, Sikka - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka terus memperketat pengamanan infrastruktur digital guna menjamin seluruh aplikasi layanan publik lokal terbebas dari ancaman peretasan. Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk implementasi nyata amanat Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) di tingkat daerah.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sikka, Ferdinandus Evensius Edomeko, kepada RRI, Selasa, 19 Mei 2026, menegaskan pertahanan siber terbaik berhulu pada kesadaran mandiri masyarakat dalam menjaga informasi sensitif mereka. Oleh karena itu, instansinya gencar mengepung celah kelalaian manusia (human error) melalui program edukasi dan literasi digital yang masif tanpa henti.

Uniknya, jangkauan edukasi siber digital di Kabupaten Sikka kini tidak hanya menyasar kalangan dewasa, melainkan sudah menembus tingkat satuan pendidikan paling dasar. Kominfo Sikka secara terjadwal mengunjungi sekolah-sekolah mulai dari jenjang SMA, SMP, hingga sekolah dasar (SD) demi memitigasi risiko penggunaan gawai pada anak.

Ferdinandus menyebutkan, penetrasi gawai Android saat ini sudah sangat tinggi bahkan di kalangan keluarga kurang mampu untuk kebutuhan belajar anak. Namun, minimnya pengawasan membuat anak-anak rentan terjebak dalam bahaya laten dunia maya saat mengakses permainan daring maupun berselancar tanpa batas.

Selain mengedukasi anak-anak, Kominfo Sikka juga memberikan pembekalan khusus kepada para orang tua tentang pentingnya pola pendampingan aktif. Kolaborasi pola asuh digital antara orang tua dan anak ini dinilai menjadi tameng paling efektif dalam memutus rantai kejahatan siber sejak dini.

Dari sisi infrastruktur teknologi, Diskominfo Sikka didukung oleh barisan talenta muda lokal yang memiliki keahlian khusus di bidang keamanan tingkat tinggi. Tim tersebut secara berkala melakukan evaluasi, penguatan performa server, serta peningkatan sistem enkripsi pada security server milik Pemerintah Kabupaten Sikka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....