BPS Biak: Sensus Ekonomi 2026, Catat Semua Usaha
- 15 Mei 2026 10:05 WIB
- Biak
RRI.CO.ID BIAK – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Biak Numfor tengah melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 mulai 1 Mei hingga akhir Agustus 2026. Ini merupakan sensus ekonomi kelima sepanjang sejarah BPS, dan kali ini memiliki ciri khas baru mencatat usaha berbasis internet serta tidak lagi menggunakan kertas, melainkan aplikasi digital.
Kepala BPS Kabupaten Biak Numfor, Ahmad Fauzi, menjelaskan kegiatan ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, dan menjadi satu dari tiga sensus besar nasional yang dilakukan berurutan.
"Ada pola tetap: tahun berakhiran 0 ada Sensus Penduduk, berakhiran 3 ada Sensus Pertanian, dan berakhiran 6 ada Sensus Ekonomi. Semuanya dilakukan door-to-door ke seluruh wilayah, bukan sampel, jadi semua pelaku ekonomi didata tanpa terkecuali,"ujarnya pekan ini.
Ahmad Fauzi menjelaskan sensus ini bertujuan mendapatkan gambaran lengkap kondisi ekonomi hingga tingkat wilayah terkecil, mulai dari kampung, kelurahan, hingga tingkat RT/RW. Data yang dikumpulkan mencakup jumlah usaha, jenis kegiatan, skala, masalah yang dihadapi, hingga pemanfaatan teknologi.
"Tujuannya jelas supaya pemerintah tahu persis, di RT ini ada berapa pedagang, di RW ini berapa usaha jasa. Hasilnya jadi dasar kebijakan. Kalau di Biak misalnya ternyata sektor perdagangan paling banyak, maka bantuan atau pelatihan bisa difokuskan ke sana, bukan ke sektor yang jumlahnya sedikit," tambahnya.
Ahmad Fauzi menegaskan ada perubahan besar dibanding sensus sebelumnya tahun 2016. Perubahan ini merespons perubahan pola hidup pasca pandemi 2020, di mana internet bukan lagi sekadar hiburan, tapi sarana utama berusaha.
"Perbedaannya paling utama, kami sekarang mendata usaha yang tidak selalu terlihat kasat mata. Ada usaha di dalam rumah, jualan kue lewat Facebook, jasa antar barang, jasa pesan antar barang (jastip), dropship, hingga penjual pulsa hanya bermodal HP. Semua masuk hitungan. Karena sekarang banyak yang berusaha cuma pakai HP dan laptop tapi omzetnya besar," ucapnya
Inovasi lain, pendataan 100 persen menggunakan aplikasi milik BPS, tanpa dokumen kertas. Keuntungannya, data langsung tervalidasi sistem, hemat biaya, dan mudah dibawa hingga ke pulau terluar seperti Aimando dan Padaido.
Pelaksanaannya akan dibagi dua tahap yakni tahap pertama 1 Mei – akhir Agustus fokus pada pendataan usaha besar, menengah, dan menengah ke atas (hotel, perbankan, konstruksi, industri pengolahan, ritel besar) oleh petugas organik dan mitra terlatih.
Sementara tahap kedua akan berlangsung pada Pertengahan Juni – akhir Agustus, dimana petugas turun ke seluruh rumah tangga di semua distrik di Biak Numfor, menanyakan apakah ada kegiatan usaha atau tidak.
"Sasarannya semua, dari mama-mama jual pinang, pedagang kelontong, nelayan, UMKM, sampai perusahaan besar seperti bank atau ritel. Termasuk usaha ekspor maupun yang cuma ada di media sosial. Tidak ada yang dikecualikan," ucapnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....