Biksu Thudong Disambut Hangat di Banyuwangi

  • 11 Mei 2026 17:23 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Sebanyak 56 biksu peserta perjalanan spiritual Thudong tiba di Kelenteng atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tik Liong Tian, Rogojampi, Banyuwangi, Senin, 11 Mei 2026. Kedatangan para biksu disambut hangat oleh masyarakat lintas agama, pengurus yayasan TITD, serta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan iringan kesenian barongsai. Setibanya di lokasi, para biksu mengikuti prosesi penyambutan berupa pencucian kaki, tabur bunga, hingga seremoni doa bersama.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan penghormatan kepada para biksu yang menjalani perjalanan spiritual ribuan kilometer menuju Candi Borobudur untuk mengikuti perayaan Waisak 2026.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Banyuwangi karena menjadi salah satu kota persinggahan perjalanan Thudong tahun ini,” ujar Ipuk, Senin 11 Mei 2026.

Menurut Ipuk, perjalanan spiritual para biksu membawa pesan perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Di Banyuwangi, masjid, gereja, pura, vihara, dan klenteng hidup berdampingan. Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling menguatkan,” kata Ipuk.

Perjalanan tersebut merupakan bagian dari Indonesia Walk for Peace 2026 yang diikuti 50 biksu asal Thailand, Malaysia, dan Laos, serta 6 biksu dari Indonesia. Mereka menempuh perjalanan darat sejauh sekitar 666 kilometer menuju Candi Borobudur, Magelang, sebagai pusat perayaan Hari Raya Waisak pada 31 Mei 2026.

Ketua Panitia Klenteng Tik Liong Tian, Siswanto, mengatakan selama perjalanan para biksu akan singgah di sejumlah vihara dan tempat ibadah yang telah disiapkan panitia di berbagai daerah.

“Setelah dari Rogojampi, para biksu melanjutkan perjalanan menuju Vihara Jaya Manggala di Kecamatan Gambiran untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Pasuruan dan daerah lainnya,” ujar Siswanto.

Salah satu biksu asal Indonesia, Bhante Jinavaro, mengaku bersyukur dapat mengikuti perjalanan Thudong tahun ini. Meski harus menghadapi cuaca panas dan perjalanan panjang, ia tetap bersemangat menyelesaikan ritual spiritual tersebut.

“Perjalanannya sangat bagus walaupun banyak rintangan dan hambatan. Tapi kami tetap harus semangat supaya bisa sampai di Borobudur,” ujar Bhante Jinavaro.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....