UMKM dan Usaha Rumahan NTT Masuk Pendataan Sensus Ekonomi

  • 09 Mei 2026 20:55 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur memastikan seluruh usaha masyarakat akan masuk dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026.
  • Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale , mengatakan seluruh jenis usaha memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

RRI.CO.ID, Ende - Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur memastikan seluruh usaha masyarakat akan masuk dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026. Pendataan tersebut mencakup UMKM, pedagang kecil, penenun, hingga usaha rumahan yang masih aktif beroperasi.

Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale , mengatakan seluruh jenis usaha memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, tidak ada usaha masyarakat yang diabaikan dalam pelaksanaan sensus ekonomi tahun ini. “Sekecil apa pun usaha masyarakat tetap akan didata karena semuanya berkontribusi terhadap perekonomian daerah maupun nasional,” ujarnya bersama Pro 1 RRI Ende di Florata Pagi ini pada Senin, 4 Mei 2026.

Ia menjelaskan pendataan akan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026. Setelah tahap pendataan usaha besar selesai dilakukan, petugas sensus akan mendatangi rumah-rumah warga untuk mencatat berbagai aktivitas usaha masyarakat.

Menurutnya, masyarakat NTT banyak memiliki pekerjaan ganda maupun usaha musiman. Seluruh aktivitas tersebut tetap akan dimasukkan dalam data sensus selama masih dijalankan oleh masyarakat.

Ia mengakui pelaksanaan sensus di wilayah NTT memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografis kepulauan. Akses transportasi menuju pulau-pulau kecil, terutama saat cuaca buruk dan gelombang tinggi, menjadi salah satu hambatan dalam proses pendataan.

Beberapa wilayah seperti Kabupaten Sikka dan Manggarai Barat disebut memiliki tantangan akses menuju sejumlah pulau kecil. Meski demikian, BPS optimistis pendataan tetap berjalan lancar dengan dukungan petugas lapangan di masing-masing daerah.

Selain mendata jenis usaha, petugas juga akan menggali informasi terkait omzet, produk usaha, hingga kondisi permodalan masyarakat. Data tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menyusun program pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak ragu memberikan informasi kepada petugas sensus. Seluruh data yang diberikan dijamin aman dan tidak akan dipublikasikan secara individu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....