Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Pembangunan Ekonomi NTT

  • 09 Mei 2026 19:49 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 secara serentak di seluruh Indonesia mulai Mei hingga Agustus 2026.
  • Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, mengatakan sensus ekonomi dilakukan setiap 10 tahun sekali untuk mendata seluruh aktivitas usaha masyarakat.
  • Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,14 persen dibanding tahun sebelumnya.
  • Pendataan tersebut diharapkan mampu membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran bagi pelaku usaha.

RRI.CO.ID, Ende - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 secara serentak di seluruh Indonesia mulai Mei hingga Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam menyediakan data ekonomi yang akurat untuk mendukung kebijakan pembangunan daerah.

Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, mengatakan sensus ekonomi dilakukan setiap 10 tahun sekali untuk mendata seluruh aktivitas usaha masyarakat. Ia menyebutkan data tersebut akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi masyarakat di setiap wilayah. ''Sensus ekonomi bertujuan menyediakan data ekonomi menurut skala usaha dan wilayah sehingga pemerintah memiliki gambaran komprehensif mengenai kondisi usaha masyarakat,” ujarnya bersama Pro 1 RRI Ende pada Senin 4 Mei 2026.

Menurutnya, hasil sensus nantinya digunakan pemerintah sebagai dasar perencanaan, monitoring, hingga evaluasi pembangunan ekonomi. Data itu juga menjadi acuan untuk melihat perkembangan ekonomi dibandingkan hasil sensus sebelumnya pada tahun 2016.

Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,14 persen dibanding tahun sebelumnya. Sektor perdagangan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan angka 12,43 persen, disusul industri pengolahan sebesar 10,7 persen serta sektor akomodasi dan makan minum sebesar 9,97 persen.

Sementara itu, sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian NTT dengan kontribusi mencapai 28,58 persen. Selain pertanian, sektor administrasi pemerintahan dan perdagangan juga memberi kontribusi besar terhadap ekonomi daerah.

Matamira mengungkapkan seluruh aktivitas usaha masyarakat akan didata, termasuk usaha kecil dan sektor informal. Pendataan tersebut diharapkan mampu membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran bagi pelaku usaha.

Ia juga memastikan seluruh informasi masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku. Data yang dikumpulkan hanya digunakan dalam bentuk agregat untuk kepentingan pembangunan daerah maupun nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....