Antisipasi PMK Jelang Iduladha, DKP3 Jember Perkuat Vaksinasi

  • 09 Mei 2026 05:38 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Jember memperkuat pengawasan kesehatan hewan menjelang Iduladha 2026.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKP3 Jember, Henry Kurniawan, mengatakan langkah tersebut untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan lalu lintas ternak, vaksinasi, hingga penerbitan surat keterangan kesehatan hewan bagi ternak kurban yang diperjualbelikan.

“Untuk tahun ini supaya kita tidak kecolongan outbreak PMK, sejak awal tahun kami sudah melaksanakan vaksin untuk pencegahan penyakit PMK,” ujarnya, saat on air Halo RRI, Jumat (8/5/2026).

Menurut Henry, DKP3 Jember menyiapkan 39 petugas paramedis dan 17 dokter hewan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jember untuk mendukung pengawasan kesehatan ternak menjelang Iduladha.

Petugas juga disiagakan di sejumlah wilayah perbatasan yang memiliki lalu lintas ternak cukup tinggi, terutama perbatasan Jember dengan wilayah Lumajang dan Bondowoso.

“Yang paling kami perkuat memang wilayah perbatasan, karena lalu lintas sapi dari luar daerah cukup padat,” katanya.

Ia menjelaskan, stok hewan kurban di Jember secara umum masih aman. Ketersediaan kambing dan domba disebut melimpah.

Sementara untuk populasi sapi memang mengalami penurunan dibanding beberapa tahun lalu, akibat dampak wabah PMK.

“Lima tahun lalu memang ada wabah PMK, jadi ada dampaknya terhadap populasi sapi. Tapi untuk dua tahun terakhir sudah lebih terkendali,” ujarnya.

Sepanjang 2026, DKP3 Jember telah melaksanakan vaksinasi PMK tahap pertama sebanyak 16 ribu dosis dan tahap kedua sebanyak 12 ribu dosis.

Meski demikian, Henry mengakui masih ditemukan beberapa kasus PMK dalam skala kecil atau spot di sejumlah wilayah. Namun hingga kini belum ditemukan kasus penyebaran besar atau outbreak.

“Masih ada spot satu dua, tapi semakin sedikit. Biasanya berasal dari ternak luar daerah yang masuk ke Jember,” katanya.

Petugas melakukan penanganan khusus di lokasi yang ditemukan kasus PMK. Mulai dari penyemprotan disinfektan hingga penguatan vaksinasi di sekitar wilayah terdampak.

Selain pengawasan kesehatan ternak, DKP3 Jember juga menyiapkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban dan penerbitan surat keterangan sehat bagi ternak yang diperdagangkan.

Henry mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli hewan kurban dengan memperhatikan kondisi fisik dan perilaku ternak.

“Hewan sehat biasanya aktivitasnya normal, tidak lemas, bulunya mengkilap, dan yang penting sudah cukup umur untuk kurban,” ujarnya.

DKP3 Jember juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat maupun pedagang ternak yang menemukan indikasi gangguan kesehatan hewan melalui puskeswan terdekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....