Hujan Masih Terjadi di Awal Kemarau, Ini Penyebabnya

  • 07 Mei 2026 01:07 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Fenomena hujan yang masih terjadi di awal musim kemarau menjadi perhatian masyarakat. Intensitas hujan masih cukup tinggi di sejumlah wilayah.

Prakirawan cuaca BMKG Kertajati, Dyan Anggraini, menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari masa peralihan musim. Peralihan dari musim hujan ke kemarau memang kerap memunculkan cuaca yang tidak menentu.

“Jadi memang saat ini kita berada pada periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau,” ujar Dyan pada Selasa, 5 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa kondisi ini ditandai dengan perubahan suhu yang cukup signifikan.

Perbedaan suhu antara siang dan malam hari menjadi salah satu indikator utama. Suhu siang yang panas dipicu oleh radiasi matahari yang cukup kuat.

“Radiasi matahari yang intens pada siang hari memicu proses konveksi sehingga meningkatkan potensi hujan lokal pada sore hingga malam hari,” katanya. Proses tersebut memicu pembentukan awan hujan secara cepat.

Hujan yang terjadi pada masa ini umumnya bersifat lokal. Selain itu, durasinya relatif singkat namun dapat berintensitas sedang hingga lebat.

“Hujan yang terjadi biasanya bersifat tidak merata dan berdurasi singkat, namun dapat memiliki intensitas sedang hingga lebat,” katanya. Kondisi ini bahkan bisa disertai kilat atau petir.

Fenomena ini juga menjelaskan mengapa beberapa wilayah masih mengalami genangan hingga banjir. Meski sudah memasuki kemarau, potensi hujan ekstrem tetap perlu diwaspadai.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap perubahan cuaca. Kewaspadaan penting terutama pada sore hingga malam hari saat hujan berpotensi turun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....