Biosekuriti Jadi Kunci, Dompu Tingkatkan Kualitas Ternak Nasional

  • 06 Mei 2026 09:39 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, terus berupaya membenahi sistem pengelolaan pengiriman dan manajemen ternak guna meningkatkan kualitas serta keamanan distribusi hewan, terutama menjelang kebutuhan tinggi seperti Idul Adha 2026.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Kabid Keswan) Dinas Peternakan Kabupaten Dompu, drh. Mujahidin, mengungkapkan bahwa sistem pengiriman ternak saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada jalur darat.

“Kalau menggunakan jalur darat ini ada risiko juga, mulai dari keterlambatan, keamanan ternak, hingga keselamatan peternak dan pengusaha yang mengantar ternak,” ujarnya, saat menjadi nara sumber dialog Opsi Pagi di RRI Mataram, Rabu, 6 Mei 2026.

Ia menambahkan, kondisi tersebut semakin kompleks saat musim kemarau. Suhu panas yang tinggi di jalur darat berpotensi memicu stres pada ternak dan menurunkan kualitasnya. Sebagai alternatif, pengiriman melalui jalur laut dinilai lebih efisien, khususnya melalui program tol laut. Namun demikian, Mujahidin menyebut masih ada kendala pada rute distribusi lanjutan.

“Rute tol laut itu biasanya ke Tanjung Priok atau Tanjung Perak. Tapi kalau ke Tanjung Perak, distribusi lanjutan ke wilayah Jabodetabek masih menjadi kendala. Karena itu, pelaku usaha lebih menyarankan agar pengiriman bisa langsung ke Tanjung Priok,” jelasnya.

Di sisi lain, sistem pemeliharaan ternak di Dompu juga masih dipengaruhi budaya lokal. Tradisi penggembalaan atau pelepasan ternak di padang terbuka masih cukup kuat, terutama di wilayah seperti Doroncanga, Kecamatan Pekat.

“Budaya melepas ternak ini sudah lama ada. Tapi tantangannya adalah pengawasan, terutama terhadap penyakit dan lalu lintas ternak menjadi sulit dikendalikan,” katanya.

Meski begitu, pemerintah terus mendorong perubahan menuju sistem peternakan yang lebih modern melalui pola intensif berbasis kandang. Sistem ini dinilai lebih efektif dalam pengawasan kesehatan serta peningkatan kualitas ternak.

“Dengan sistem intensif, pengawasan lebih mudah dan kualitas ternak bisa lebih baik. Edukasi kepada peternak terus kami lakukan agar kesadaran ini semakin meningkat,” tambahnya.

Namun, Mujahidin juga melihat sisi positif dari sistem penggembalaan tradisional yang masih bisa dikembangkan sebagai potensi pariwisata berbasis budaya.

Menjelang Idul Adha, kebutuhan ternak sapi dipastikan meningkat. Mujahidin menyebut masyarakat Dompu dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya memiliki antusiasme tinggi terhadap ibadah kurban.

“Ini bukan hanya soal ibadah, tapi juga budaya dan mempererat silaturahmi. Karena itu, kami dari petugas kesehatan hewan akan memastikan pelayanan maksimal agar ternak yang dikurbankan sehat dan aman dikonsumsi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan pakan sebagai faktor utama dalam menjaga kesehatan ternak. Saat ini, pakan alami masih cukup melimpah, namun pemerintah tengah menyiapkan langkah besar melalui pembangunan pabrik pakan.

“Dengan adanya pabrik pakan, diharapkan ketersediaan pakan lebih terjamin dan harga lebih stabil. Ini akan mendorong peternak beralih ke sistem intensif,” jelasnya.

Dalam menjaga kesehatan hewan, fokus utama tahun 2026 adalah penerapan biosekuriti. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah penyebaran penyakit, termasuk zoonosis yang bisa menular ke manusia.

“Biosekuriti itu kunci. Mulai dari kebersihan kandang, sanitasi, kendaraan pengangkut yang harus steril, hingga penyediaan kandang karantina. Kalau ada ternak sakit, harus segera dipisahkan,” katanya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Dompu optimistis sektor peternakan akan semakin maju, aman, dan mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....