Literasi Dompu Bergerak, Minat Baca Masih Jadi Pekerjaan Rumah
- 06 Jul 2026 11:14 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Gerakan literasi di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, terus menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran Taman Bacaan Masyarakat (TBM), komunitas literasi, hingga para pegiat baca menjadi bukti bahwa upaya membangun budaya literasi tidak pernah berhenti.
Namun, di balik geliat tersebut, rendahnya minat baca masyarakat, terutama anak-anak, masih menjadi tantangan besar.
Pegiat literasi sekaligus pengelola TBM O'O Mantika, Mardianti, menilai kondisi
literasi di Dompu sebenarnya terus bergerak ke arah yang lebih baik.
Hanya saja, peningkatan aktivitas literasi belum sepenuhnya diikuti dengan tumbuhnya minat baca masyarakat.
"Kalau melihat kondisi saat ini, literasi di Dompu sebenarnya terus bergerak, tetapi minat baca masyarakatnya sendiri, terutama anak-anak, memang masih perlu ditingkatkan," ujarnya, Senin, 6 Juli 2026.
Menurut Mardianti, keberadaan para pegiat literasi memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya membaca.
Mereka tidak hanya menyediakan ruang baca, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan kreatif yang membuat anak-anak lebih akrab dengan buku.
"Peran pegiat literasi sangat penting karena menghadirkan ruang baca, kegiatan membacakan nyaring, dan berbagai aktivitas yang membuat membaca menjadi menyenangkan," katanya.
Mardianti juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Dompu yang dinilainya telah menunjukkan komitmen dalam mendukung gerakan literasi.
Berbagai program yang dilaksanakan menjadi bukti adanya perhatian terhadap pengembangan budaya membaca di daerah.
"Saya pikir, pemerintah sudah cukup mampu bergerak dan memberikan dukungannya. Dukungannya seperti membuat pelatihan, festival literasi, dan berbagai kegiatan lainnya," ungkapnya.
Meski demikian, ia berharap dukungan tersebut dapat terus diperluas dan dilakukan secara berkelanjutan hingga menjangkau seluruh wilayah pedesaan.
"Ke depan, pemerintah perlu terus memperkuat perpustakaan, mendukung TBM dan komunitas literasi, serta menghadirkan program-program literasi yang berkelanjutan hingga ke desa-desa," tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Dompu menjadikan peningkatan literasi dan numerasi sebagai salah satu prioritas di sektor pendidikan.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, bahkan memberikan perhatian khusus kepada para kepala sekolah, terutama jenjang Sekolah Dasar (SD), agar mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa sejak dini.
Komitmen tersebut disampaikan saat pengukuhan kepala sekolah beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan tidak akan mentolerir adanya siswa kelas III SD yang belum mampu membaca.
Bupati bahkan mengancam akan mencopot kepala sekolah apabila masih ditemukan kondisi tersebut.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah menginginkan peningkatan kualitas pendidikan dimulai dari kemampuan dasar membaca dan berhitung.
Sebab, kemampuan literasi merupakan fondasi utama bagi keberhasilan peserta didik dalam memahami seluruh mata pelajaran.
Meski demikian, sejumlah pegiat literasi berpandangan bahwa keberhasilan meningkatkan kemampuan membaca tidak cukup hanya melalui target kepada sekolah.
Budaya literasi harus dibangun secara bersama-sama, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, hingga pemerintah.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar anak-anak tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memiliki kebiasaan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Dompu dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Meningkatkan literasi bukan sekadar mengejar angka kemampuan membaca, melainkan membangun generasi yang gemar belajar, berpikir kritis, dan mampu bersaing di masa depan.
Tanpa budaya membaca yang kuat, peningkatan kualitas pendidikan akan sulit tercapai, meski berbagai kebijakan telah diterapkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....