Papua Barat Genjot Imunisasi Massal usai Penetapan KLB Campak dan Rubella
- 30 Apr 2026 07:10 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Pemerintah Provinsi Papua Barat terus menggenjot pelaksanaan imunisasi massal setelah ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan Rubella di Kabupaten Teluk Wondama dan Fakfak oleh kepala dinas kesehatan setempat. Hal ini di katakan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Papua Barat, Frans Abidondifu pada Selasa 28 April 2026.
Kepada RRI ia mengatakan, langkah percepatan dilakukan guna mencegah penyebaran kasus lebih luas, khususnya pada anak usia 9 hingga 59 bulan yang menjadi sasaran utama imunisasi.
“Penetapan KLB ini menjadi langkah cepat pemerintah untuk memastikan penanganan dilakukan secara terkoordinasi dan cakupan imunisasi bisa segera ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, wilayah fokus penanganan di Kabupaten Teluk Wondama meliputi Puskesmas Wasior dan Puskesmas Ondiboy dengan target imunisasi sebanyak 1.703 anak. Sementara di Kabupaten Fakfak, pelaksanaan dipusatkan di wilayah kerja Puskesmas Sekban dengan target 1.412 anak.
Hingga hari ketiga pelaksanaan imunisasi massal, capaian sementara di Teluk Wondama tercatat sebanyak 388 anak atau sekitar 23 persen dari target. Sedangkan di Fakfak, sebanyak 367 anak telah menerima imunisasi atau sekitar 26 persen dari target sasaran.
Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian imunisasi massal dapat diselesaikan dalam waktu delapan hari. Untuk mempercepat capaian, tim kesehatan menerapkan strategi penyisiran langsung ke kampung-kampung secara serentak.
“Awalnya ada kendala pembagian tenaga medis yang kurang efektif dan masih ada keraguan dari sebagian masyarakat. Karena itu kami ubah strategi dengan melakukan sweeping di satu hingga dua kampung berdekatan dalam satu hari agar cakupan lebih maksimal,” ujarnya.
Frans menegaskan, cakupan imunisasi minimal 95 persen sangat penting untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity sehingga penyebaran campak dan rubella dapat ditekan.
Menurutnya, penyakit campak dan rubella tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, keguguran pada ibu hamil, hingga Sindrom Rubella Kongenital pada bayi yang menyebabkan kecacatan sejak lahir.
Dinas Kesehatan Papua Barat juga mengimbau masyarakat agar segera membawa anak ke Posyandu maupun Puskesmas terdekat untuk mendapatkan imunisasi secara gratis tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....