Pelabuhan Nusantara Kilo Jadi Harapan Baru Ekonomi Dompu

  • 29 Apr 2026 10:02 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menaruh harapan besar, atas dibangunnya Pelabuhan Nusantara di Kecamatan Kilo. Pembangunan Pelabuhan Nusantara Kilo memiliki nilai strategis dalam meningkatkan aktivitas ekonomi dan konektivitas di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya di wilayah Dompu.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Dompu, Bambang Firdaus, saat mendampingi kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI asal Dapil NTB I, Mori Hanafi, dalam peninjauan langsung pembangunan Pelabuhan Nusantara di Kecamatan Kilo, Rabu, 29 April 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung progres pembangunan pelabuhan yang menjadi salah satu infrastruktur strategis di wilayah tersebut.

Bambang Firdaus juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan kembali Pelabuhan Kilo. Menurutnya, keberadaan pelabuhan ini memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

“Pelabuhan Kilo ini sangat strategis. Kita berharap pembangunannya bisa dipercepat karena akan menjadi penggerak utama sektor ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, infrastruktur pelabuhan tidak hanya mendukung distribusi barang dan jasa, tetapi juga membuka peluang investasi serta meningkatkan daya saing daerah, khususnya di Kabupaten Dompu.

Bupati juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat, yang ditunjukkan melalui kunjungan kerja Anggota DPR RI ke lokasi pembangunan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Kolaborasi ini sangat penting agar pembangunan berjalan optimal dan manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, kunjungan kerja tersebut juga bertujuan memastikan proses pembangunan pelabuhan berjalan sesuai rencana serta mendorong percepatan penyelesaiannya sebagai bagian dari program prioritas nasional.

Sebelumnya, Pembangunan pelabuhan ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2015, diawali dengan proses pembebasan lahan. Namun, dalam perjalanannya, proyek sempat mengalami hambatan dan terhenti selama tiga tahun akibat pandemi Covid-19 serta refocusing anggaran pemerintah pusat.

Memasuki awal tahun 2026, pembangunan kembali dilanjutkan dengan fokus pada pekerjaan fisik, baik di area laut maupun darat. Untuk pekerjaan laut, meliputi pembangunan dermaga pada dua segmen masing-masing sepanjang 40 meter, jembatan penghubung (trestle) sepanjang lebih dari 40 meter, serta causeway atau jalan penghubung laut sepanjang 150 meter.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Sementara itu, pada sisi darat juga dilakukan pembangunan berbagai fasilitas pendukung, seperti kantor Syahbandar, ruang tunggu penumpang, serta area parkir kendaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....