KKI Ajak Stop Stigma “Gila” pada ODGJ

  • 22 Apr 2026 15:25 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Edukasi penghapusan stigma negatif dan penghentian penggunaan istilah "gila" terhadap ODGJ.
  • Gangguan jiwa dikategorikan sebagai penyakit medis pada proses berpikir, bukan alasan untuk pengucilan sosial.
  • Pandangan keliru bahwa ODGJ selalu membahayakan sering memicu tindakan diskriminatif dan pemasungan.
  • Pentingnya deteksi dini terhadap perubahan perilaku dan interaksi sosial yang tulus untuk menstabilkan emosi pasien.
  • Terciptanya lingkungan inklusif dan peran aktif tokoh masyarakat dalam pemulihan sosial penderita gangguan jiwa.

RRI.CO.ID, Ende – Kelompok Kasih Insanis (KKI) Ende mengajak masyarakat untuk menghentikan penggunaan istilah “gila” terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) karena dinilai sebagai stigma negatif yang merendahkan martabat manusia.

Founder KKI, Pater Avent Saur, menegaskan bahwa gangguan jiwa merupakan kondisi medis yang memengaruhi proses berpikir, sehingga pasien membutuhkan pengobatan dan dukungan, bukan pengucilan.

“Pasien jiwa itu sakit, bukan untuk dijauhi. Mereka harus dibantu mendapatkan perawatan,” ujarnya dalam Program Komunitas Bicara Pro 1 RRI Ende, Jumat (17/4/2026).

Ia juga menyoroti masih kuatnya stigma di masyarakat yang menganggap ODGJ selalu berbahaya. Pandangan ini dinilai keliru dan kerap memicu tindakan diskriminatif, termasuk praktik pemasungan.

Menurutnya, ODGJ tetap memiliki hak asasi manusia yang harus dihormati. Interaksi sosial yang tulus justru dapat membantu menstabilkan kondisi emosional pasien secara bertahap.

KKI juga mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku orang terdekat sebagai langkah deteksi dini. Upaya ini penting untuk mencegah kondisi kejiwaan berkembang menjadi lebih berat.

Pater Avent menekankan peran penting tokoh masyarakat dalam menyebarkan pemahaman yang benar terkait kesehatan jiwa. Ia menilai kolaborasi lintas pihak diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif.

Dengan berkurangnya stigma, pasien diharapkan dapat kembali bersosialisasi dan menjalani proses pemulihan secara lebih optimal.

“Pemulihan sosial adalah bagian penting dari proses penyembuhan,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....