Hari Kartini di Alsiora, Perempuan Tak Hanya Bermimpi tapi Harus Berani

  • 21 Apr 2026 14:14 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende — Peringatan Hari Raden Ajeng Kartini di SMA Alsiora Ende dimaknai sebagai momentum untuk menanamkan semangat kesetaraan dan keberanian bagi siswa, khususnya perempuan. Guru SMA Alsiaora Maria Mude kepada RRI Selasa, 21 April 2026, menjelaskan nilai-nilai perjuangan Kartini masih sangat relevan diterapkan di lingkungan sekolah.

Ia menegaskan bahwa seluruh siswa dipandang memiliki potensi yang sama sebagai generasi penerus bangsa. “Di sekolah kami tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, baik dalam pembelajaran maupun organisasi seperti OSIS. Semua memiliki hak yang sama untuk berkembang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, semangat emansipasi perempuan diwujudkan melalui pemberian kesempatan yang setara bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dan berani menunjukkan kemampuan diri. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peran guru, khususnya guru perempuan, sangat penting dalam membentuk karakter siswa sejak dini.

Menurutnya, kepercayaan diri dan keberanian harus mulai ditanamkan di lingkungan sekolah. “Kami ingin siswi tidak takut untuk berbicara, berani menyampaikan pendapat, dan percaya diri saat berada di luar lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Dalam memperingati Hari Kartini, SMA Alsiora Ende menggelar kegiatan sederhana namun bermakna, dengan mengenakan busana tradisional. Siswi tampil anggun dengan kebaya, sementara siswa laki-laki mengenakan batik sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya dan perjuangan Kartini.

“Kegiatannya memang sederhana, kami lebih menekankan pada makna peringatannya, tetapi tetap memberi dampak bagi siswa,” ucapnya. Ia juga menyampaikan pesan penting terkait peran perempuan dalam kehidupan.

Menurutnya, perempuan tidak hanya memiliki peran domestik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam berbagai bidang. Perempuan pada hakikatnya tidak hanya mengandung dan melahirkan.

Lebih dari itu, perempuan memiliki peran besar dalam berbagai aspek kehidupan. Karena itu, tidak boleh ada batasan bagi perempuan untuk berkembang.

Di akhir wawancara, ia berpesan kepada seluruh siswi agar terus berjuang meraih cita-cita tanpa rasa takut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....