PT Pupuk Indonesia Suplai 1,75 Ton ke Lapas Lobar Genjot Kemandirian Warga Binaan
- 20 Apr 2026 14:23 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian warga binaan terus digencarkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat. Terbaru, lembaga tersebut menerima bantuan pupuk demonstrasi plot (demplot) sebanyak 1,75 ton dari PT. Pupuk Indonesia pada Senin, 20 April 2026.
Bantuan tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, dengan perwakilan PT. Pupuk Indonesia wilayah Nusra, Nursan Arif. Penyerahan ini menjadi bagian dari sinergi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional berbasis pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Tak hanya menyalurkan pupuk, PT. Pupuk Indonesia juga memberikan dukungan teknis melalui pengujian tanah di area pertanian lapas. Langkah ini bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, sekaligus mengukur tingkat keasaman tanah guna menentukan dosis pemupukan yang lebih tepat dan efisien.
Perwakilan PT. Pupuk Indonesia, Nursan Arif, menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, termasuk warga binaan di lapas.
“Kami berharap bantuan pupuk demplot ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian di dalam lapas. Ini juga bagian dari dukungan kami terhadap ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Ia menilai bantuan tersebut sangat strategis dalam meningkatkan kualitas program pembinaan kemandirian.
“Bantuan ini sangat bermanfaat dalam menunjang program pembinaan kemandirian warga binaan, khususnya di bidang pertanian. Dengan adanya pengujian tanah, kami semakin optimis hasil pertanian akan lebih optimal dan terarah,” katanya menegaskan.
Menurutnya, program pertanian di dalam lapas tidak sekadar aktivitas produktif, melainkan juga menjadi sarana pembekalan keterampilan nyata bagi warga binaan.
“Ini menjadi langkah konkret dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang aplikatif sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ucapnya.
Adapun total bantuan pupuk yang disalurkan mencapai 1.750 kilogram, terdiri dari pupuk Urea Nitrea 350 kilogram, NPK Phonska Plus 475 kilogram, Phonsgreean 200 kilogram, serta NPK Nitrat 725 kilogram. Seluruh bantuan ini akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian yang dikelola warga binaan.
Melalui kolaborasi ini, Lapas Lombok Barat terus memperkuat program pembinaan berbasis produktivitas dan keberlanjutan. Diharapkan, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal penting dalam proses reintegrasi sosial.
“Kami berkomitmen menjadikan pembinaan ini sebagai jalan menuju kemandirian yang nyata bagi warga binaan,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....