Pengamat: Inflasi Sumenep Dipicu Distribusi dan Ekspektasi Pasar

  • 13 Apr 2026 11:00 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Pengamat Ekonomi Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Moh. Sofwan Kastir, menilai tingginya inflasi di Kabupaten Sumenep dipengaruhi oleh kompleksitas distribusi barang di wilayah kepulauan serta ekspektasi pasar menjelang hari besar keagamaan.

Menurut Sofwan, kondisi geografis Sumenep yang terdiri dari banyak pulau menyebabkan distribusi logistik lebih sulit dibanding daerah lain di Jawa Timur. Keterlambatan pasokan barang sedikit saja dapat berdampak besar terhadap harga di pasar.

“Di wilayah kepulauan, keterlambatan pasokan satu sampai dua hari saja bisa membuat harga barang melonjak cukup signifikan. Ini menjadi tantangan besar dalam pengendalian inflasi di Sumenep,” ujarnya, Senin 13 April 2026.

Selain faktor distribusi, ia menilai perilaku pasar juga turut memicu inflasi, khususnya saat mendekati Ramadan maupun Idulfitri. Pedagang disebut kerap menaikkan harga lebih awal karena ekspektasi kenaikan permintaan masyarakat.

“Kadang harga belum benar-benar naik, tapi karena ada ekspektasi akan naik, pedagang sudah menaikkan harga lebih dulu. Faktor psikologis pasar ini juga sangat memengaruhi inflasi,” katanya.

Sofwan menambahkan, stabilitas harga di daerah juga dipengaruhi oleh faktor global seperti isu kenaikan harga BBM dan konflik internasional yang berdampak pada biaya distribusi serta ongkos produksi.

Karena itu, ia menilai pengendalian inflasi di daerah kepulauan seperti Sumenep membutuhkan intervensi kebijakan yang lebih adaptif, khususnya dalam menjaga kelancaran distribusi barang dan stabilitas pasokan.

“Distribusi barang harus benar-benar dijaga agar tidak ada kelangkaan. Kalau pasokan terganggu, harga akan cepat naik di daerah kepulauan seperti Sumenep,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....