Pererat Silaturahmi Berbalut Budaya, Paguyuban Arema-Arek Jatim Gelar Halal Bihal
- 12 Apr 2026 19:49 WIB
- Ende
RRI CO.ID, Manggarai – Acara Halal Bihalal yang digelar Paguyuban Arema dan Arek Jawa Timur di Natas Labar, Minggu 12 April 2026 diwarnai semangat kebersamaan dan persaudaraan yang kental. Mengusung tema "Membangun Silaturahmi dengan Balutan Budaya", acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada 20-21 Maret yang lalu.
Acara yang dimulai sekitar pukul 13.00 WITA ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Penjabat Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta pelajar sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ramah tamah yang menyajikan hidangan khas Lebaran seperti ketupat dan lepet, yang sarat makna filosofi pengakuan kesalahan dan saling memaafkan. Meskipun kental dengan nuansa budaya Arema, acara Halal Bihalal ini juga dihadiri oleh warga Manggarai dan masyarakat non-Muslim lainnya.
Penjabat Sekretaris Daerah Manggarai, Lambertus Paput, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Paguyuban Arema di Manggarai membawa semangat perdamaian dan sikap saling menghormati. Pemerintah Kabupaten Manggarai sangat mengapresiasi kontribusi positif yang diberikan oleh berbagai pihak, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun budaya dalam membangun daerah.
Lebih lanjut dirinya menyinggung semangat Singo Edan yang dikenal pantang menyerah sebagai nilai yang patut dijaga. Menurutnya, ikatan persaudaraan warga Arema tidak hanya kuat di internal komunitas, tetapi juga mampu membaur dengan seluruh lapisan masyarakat Manggarai.
Ia menilai, budaya Jawa Timur tetap hidup dan terjaga meskipun berada jauh dari tanah asal. Selain itu, Lambertus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk terus mendukung berbagai kegiatan kebudayaan yang mampu memperkaya keberagaman serta mendorong kesejahteraan bersama.
"Pemerintah Kabupaten Manggarai sangat mengapresiasi kontribusi positif siapapun baik sisi ekonomi, sosial maupun budaya," ujar Lambertus.
Ia menyebut kehadiran Paguyuban Arema sebagai bagian integral dari “Bumi Nuca Lale”, rumah bersama bagi siapa saja yang mempunyai niat baik. Menutup sambutannya, ia berpesan agar Paguyuban Arema terus berkarya, menjaga jati diri, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai solidaritas. "Teruslah berkarya di Manggarai dan tetap membawa jati diri kalian, bekerja keras dan solider," katanya.
Kepada RRI, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Aloysius Jebarut mengaku bangga melihat konsistensi Paguyuban Arema dalam berbagai kegiatan, termasuk pawai budaya dan keterlibatan dalam Festival Golo Curu.
Menurutnya, hal ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Manggarai hidup dalam semangat toleransi yang kuat tanpa sekat perbedaan. “Artinya di sini soal toleransi, kita yang ada di Kabupaten Manggarai ini kita tidak terpecah -pecah. Jadi kita sudah betul-betul menyatu," ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan terus melibatkan komunitas lintas budaya dalam berbagai kegiatan, baik yang bersifat budaya maupun keagamaan. "Kita juga akan melibatkan mereka kalaupun festivalnya dalam bentuk agama seperti festival Golo Curu. Tapi kalau ada festival -festival lainnya yang berkaitan dengan budaya, mereka juga akan kita libatkan," kata Kadis Aloysius.
Pembina Paguyuban Arema, Sunardi, menegaskan bahwa kegiatan halal bihalal tersebut bersifat terbuka untuk umum dan tidak terbatas bagi internal komunitas saja. Menurutnya, selain mempererat tali persaudaraan antarwarga perantau asal Jawa Timur, momentum ini juga bertujuan menjalin hubungan baik dengan masyarakat Manggarai serta berbagai elemen lainnya.
Ia berharap acara ini menjadi ruang bersama untuk saling mengenal, berbagi, dan memperkuat persaudaraan lintas keyakinan. “Pentas seni ini bukan untuk membandingkan, tetapi untuk menyandingkan. Kita bisa hidup berdampingan antarbudaya,” ujarnya
Sementara, Ketua Paguyuban Arema Malang, Misyanto, juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai dan seluruh masyarakat yang telah menerima kehadiran mereka dengan baik. Ia menilai penerimaan tersebut menjadi bukti bahwa Manggarai adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Acara ini juga dimeriahkan dengan pentas seni budaya Jawa Timur, seperti tari Kuda Lumping, kesenian Bantengan, serta penampilan pencak silat dan drama kolosal sendratari Rama dan Sinta yang semakin menyemarakkan suasana.
Melalui acara Halal Bihalal ini, semangat kerukunan, kekeluargaan, dan toleransi di Bumi Nuca Lale kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....