Kebiasaan Bakar Sampah Perlu Dihentikan Demi Lingkungan dan Kesehatan Warga
- 11 Apr 2026 22:45 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Direktur Utama PT Ingram, Febriyanti, mengimbau masyarakat Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah secara terbuka (open burning) karena dinilai membahayakan kesehatan masyarakat serta berdampak buruk terhadap citra pariwisata daerah.
Menurut Febriyanti, praktik pembakaran sampah yang selama ini dianggap sebagai cara cepat menghilangkan limbah justru menimbulkan ancaman serius. Asap hasil pembakaran mengandung zat berbahaya, termasuk dioksin, yang berpotensi memicu berbagai penyakit kronis seperti kanker dan gangguan paru-paru apabila terpapar dalam jangka panjang.
Ia menegaskan, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap dampak polusi dari asap pembakaran sampah karena sistem pernapasan mereka masih dalam tahap perkembangan.
“Masyrakat harus tahu, orang tua harus tahu, dampaknya ini sangat berbahaya,” kata Febriyanti, usai kegiatan Forum Kolaborasi dan Paparan Program Kegiatan bertema “Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Berbasis Masyarakat” di Hotel Katamaran, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Sabtu 11 April 2026.
Selain mengancam kesehatan, pembakaran sampah terbuka juga dinilai merusak estetika kawasan wisata Labuan Bajo. Bau asap dan pemandangan pembakaran sampah dapat mengurangi kenyamanan warga maupun wisatawan, sekaligus mencoreng citra Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata premium.
Lebih lanjut, Febriyanti menyampaikan, secara ilmiah sampah yang dibakar tidak benar-benar hilang, melainkan berubah menjadi polutan yang mencemari udara, air, dan tanah.
Selama hampir dua tahun terakhir, PT Ingram melalui berbagai program edukasi terus mengampanyekan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk tokoh lintas agama seperti Keuskupan, Paroki, dan pengurus masjid setempat.
Dirinya mengakui, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah membutuhkan proses panjang dan konsistensi.
“Mengubah kebiasaan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan,” ujarnya.
Melalui edukasi berkelanjutan, PT Ingram berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya pembakaran sampah terbuka semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat dan pariwisata Labuan Bajo yang tetap bersih serta berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....